Sidoarjo Usul Audiensi Saat Hearing Audit Terminal Bungurasih

Wakil ketua komisi B bidang keuangan, Anugrah Ariyado. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Komisi B bidang keuangan DPRD Surabaya menggelar hearing (rapat dengar) mengenai surat dari Kabupaten Sidoarjo, terkait Terminal Purabaya (Bungurasih). Pertemuan Komisi A dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya ini mendapatkan usulan untuk audiensi.

“Pihak Sidoarjo berpendapat, untuk minta audiensi soal audit Terminal Bungurasih,” ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anugrah Ariyadi saat selesai rapat di ruangannya, Selasa (13/5/2019).

Anugrah mengungkapkan, terkait tahun 2003 hingga 2017 Surabaya sudah menyelesaikan semua audit senilai sembilan sekian miliar. Namun di tahun 2018 hingga akhir 2019 belum disebutkan angkanya, dan hasil audit belum selesai. Kelanjutan dari Terminal Purabaya ini, ia menyampaikan akan bagi hasil yang mengarah ke konsep bruto. Sebab, Surabaya sudah taat akan isi perjanjian.

“Mari kita tunggu, berapa kewajiban. Surabaya tidak pernah punya hutang kepada Sidoarjo. Saya tidak ada masalah soal itu. Surat itu sebatas surat piutang, telah mengalami Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan melayangkan ke piutang. Kita harus menunggu itu dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyu Drajad mengatakan, Dishub Surabaya tengah menunggu audit dari Kabupaten Sidoarjo. Untuk tahun 2018, pihaknya menunggu audit dari BPK. Angka yang dianut pun juga belum ada angka dari Sidoarjo, karena semua menunggu BPK. Menurutnya, permasalahan yang sebenarnya itu ketika tahun 1991. Kemudian Surabaya berkewajiban membayar 30% terhadap bruto.

“Nah dalam perkembangannya. Banyak peraturan-peraturan baru, yang misalnya Undang-Undang 28 tahun 2009 yang tidak memperbolehkan kita menarik peron itu turun drastis kita dari segi kontribusi maupun PAD. Sehingga biaya operasionalnya melebihi pendapatannya,” jelas Irvan.

Hal itulah yang membuat Dishub ingin mereview perjanjian tersebut. Dan sampai sekarang, ia mengatakan, memang belum ada titik temu antara Surabaya dengan Sidoarjo. “Dan kami berharap, mungkin nanti dari pemerintah dan dewan bisa mengerjakan bersama,” tutup Irvan.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana