Cerdas Dalam Finansial Ala Kominfo Bersama Mahasiswa ITS

Septriana Tangkary SE MM, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim Kemkominfo saat memberikan materi peran anak muda di era digital. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Dalam rangka membangun milenial yang melek akan teknologi finansial, Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengadakan kuliah tamu Pojok Literasi, yang mengundang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di  Auditorium Pascasarjana ITS.

Menurut Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim (IKPM) Kemkominfo, Septriana Tangkary SE MM, mahasiswa yang sekarang ini didominasi oleh generasi millenials sangat rentan akan terjangan problematika finansial. Padahal peran generasi millenials dalam perkembangan ekonomi Indonesia sangat penting.

“Sebab pada 10 tahun ke depan, para millenials ini yang akan mendominasi jumlah tenaga kerja produktif di Indonesia. Oleh sebab itu, wadah diskusi terbuka seperti ini bisa mengajak para peserta khususnya mahasiswa, untuk tahu bagaimana cara merencanakan keuangan millennials secara cerdas,” ungkap Septriana saat menyampaikan pemaparan, Senin (13/5/2019).

Septriana mengungkapkan, generasi millenials perlu meningkatkan kemampuan dan kreativitas personal maupun kelompok, sebab kontribusi mereka akan berpengaruh dalam bidang ekonomi kreatif khususnya yang berbasis teknologi

Senada dengan Septriana, Melvin Mumpuni yang salah satu pemateri kuliah pada acara ini menjelaskan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut mahasiswa yang didominasi generasi millenials perlu terlebih dahulu cakap dalam mengatur keuangannya. Mahasiswa harus paham tingkat pengelolaan keuangan apa yang harua dikuasai dahulu.

Dalam piramida keuangan yang terdiri dari fase kebutuhan, keuntungan, dan distribusi, secara finansial mahasiswa masih dalam tingkat kebutuhan.

“Hal tersebut berarti, mahasiswa harus bisa menyehatkan cash flow keuangan mereka dengan menekan angka kredit, serta mengadakan dana cadangan jika terjadi kebutuhan mendadak,” ujar founder dan CEO dari Finansialku.com tersebut.

Setelah itu, lanjutnya, barulah para millenial bisa melebarkan sayapnya dan mengembangkan kreativitasnya dalam berbisnis. Salah satu yang sering dilakukan para millenials yaitu mendirikan start up. Berbagai jenis start up yang ada besutan anak muda, menjadi tanda bahwa pergerakan ekonomi oleh millenials sudah dimulai.

“Namun, hal ini juga perlu diimbangi dengan pengetahuan akan jasa keuangan yang sangat erat kaitannya dengan pendirian usaha, termasuk start up,” ucapnya.

Diungkapkan Melvin, penggunaan produk jasa keuangan di Indonesia angkanya sudah cukup tinggi yaitu 67,8 persen, namun tingkat literasi atau pemahaman dari pengguna tersebut masih kurang yaitu sekitar 29,7 persen. Sehingga dengan adanya wadah berbagi ilmu seperti ini, para millenials mampu menyerap dan menyebarluaskannya lewat kemudahan gadget masa kini.

Kendati demikian, Mulyanto yang merupakan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 2 dan Manajemen Strategis OJK Kantor Regional 4 Jatim turut menambahkan, Millenials yang bersama dengan gadget sejak lahir punya keuntungan untuk mendapat pengalaman dalam menggunakan jasa keuangan secara lebih baik dan cerdas tentunya.

“Dengan bekal-bekal tersebut, semoga millenial mampu menjalankan rencana keuangannya dengan lebih siap dan lancar. Terlebih mahasiswa dapat memaksimalkan kemampuan dan inovasi mereka, yang nantinya akan meningkatkan finansialnya,” kata Mulyanto.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) ITS, Dr Agus Zaenal Arifin SKom MKom ITS, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa ITS telah melakukan adaptasi lebih awal terhadap tuntutan masa kini lewat pembaruan kurikulum.

“Hal ini dimaksudkan juga untuk mendukung program-program pengembangan mahasiswa yang salah satunya yaitu soal pengembangan start up,” tutup Mulyanto.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana