Tantangan Industri Kreatif Emas di Tengah Pesatnya Ekspor Mancanegara

Eddy S Yahya menyampaikan materinya kepada para mahasiswa Fakultas Bisnis UKWMS. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Fakultas Bisnis (FB) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), menggelar seminar bisnis dalam rangka menjawab tantangan dan perkembangan industri kreatif di Indonesia yang rupanya terus menunjukkan peningkatan. Kali ini, UKWMS menggandeng PT Untung Bersama Sejahtera (UBS).

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), tahun 2018 mencatat bahwa di tahun 2017 saja sektor industri kreatif menyediakan lapangan pekerjaan bagi 17,43 juta orang. Faktor lain yang juga turut merasakan dampaknya adalah ekspor. Ekspor produk kreatif Indonesia tercatat terus meningkat pesat, dimana produk perhiasan dan desain interior merupakan penyumbang terbesar ekspor.

“Kita akan belajar langsung perkembangan industri perhiasan emas sebagai salah satu industri kreatif andalan nasional, dan diharapkan mengerti tantangan industri perhiasan emas di Indonesia, khususnya bagaimana memasarkan produk ke mancanegara,”  ungkap Wahyudi Wibowo, Koordinator Program International Bussines Management (IBM) saat memberikan pemaparan di awal seminar, Kamis (9/5/2019).

Wahyudi mengungkapkan, perhiasan emas sendiri saat ini sudah banyak berbeda dengan zaman orang tua duhulu. Kini, tampil pakai emas sudah bisa bergaya atau jadi pusat perhatian di pusat perbelanjaan. Jika dulu emas hanya berwarna emas saja, namun tidak dengan saat ini. Sekarang kita bisa menjumpai beragam desain dan warna perhiasan yang beragam.

Hadir juga di ruang A201 Kampus UKWMS Dinoyo, yakni Eddy S. Yahya selaku Presiden Direktur UBS. Fokus yang dibahas adalah Prospek Industri Perhiasan Emas sebagai Industri Kreatif Berorientasi Ekspor.

“Di Jawa Timur khususnya di Surabaya, industri emas termasuk unggulan. Kita patut bangga, karena emas menempati peringkat pertama sebagai salah satu produk yang diekspor dalam sektor non migas,” terang Eddy.

Menurut Eddy, ekspor ke berbagai Negara dan antar benua, tentu ada beberapa hal yang harus dihadapi dan dipersiapkan. Masyarakat Indonesia harus siap menghadapi orang dari berbagai Negara dengan karakteristiknya yang berbeda-beda. Hal tersebut, lantaran Indonesia terkenal dengan orang-orangnya yang ramah, maka itulah yang harus dijadikan kekuatan.

“Ketika perusahaan sedang dalam keadaan bagus, bukan lantas kita bisa langsung bersantai untuk liburan. Tetapi lakukan evaluasi kenapa bisa bagus, apakah ada faktor-faktor yang mendukung atau hanya sekedar keberuntungan,” tutup Eddy.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana