Harga Bahan Pokok di Surabaya Mulai Naik Memasuki Bulan Puasa

Suasana kegiatan jual beli di pasar tradisional Pakis Surabaya di pagi hari. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Menjelang bulan suci Ramadhan, harga beberapa bahan pokok di Surabaya mengalami kenaikan dibeberapa pasar tradisonal. Kenaikan tersebut diantaranya adalah daging ayam ras, cabai rawit dan bawang putih. Harga yang mulai naik ini, terjadi di Pasar Pakis dan Pasar Pabean.

“Untuk daging ayam ras, harganya sekarang sudah mencapai Rp 34 ribu per kilogramnya. Padahal hari Selasa saja masih Rp 33 ribu per kilonya,” ungkap Renadi Suwastino(56), salah satu pedagang pasar Pabean saat diwawancarai reporter Sureplus.id di lokasi, Sabtu (4/5/2019).

Renadi mengungkapkan, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok ini merupakan tradisi setiap tahun menjelang puasa dan lebaran. Pada umumnya, seminggu jelang puasa haga-harga bahan pokok ini naik. Kenaikan harga ini biasanya akan bertahan hingga H+10 puasa. Namun, menjelang lebaran kurang lebih H-10 harga sembako akan naik kembali.

Untuk bahan pokok lain, seperti cabai rawit telah terjadi kenaikan selama tiga hari terakhir ini. Biasanya harga cabai rawit dari petani dipatok seharga Rp 10 ribu, tetapi dua hari lalu naik menjadi Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu.

“Saya akhirnya pasang harga Rp 26 ribu per kilonya untuk cabainya. Soalnya kalau dari petani sendiri naiknya aja sudah segitu, yah kita mau gimana lagi,” ujar Darikin, pedagang bahan pokok di pasar Pakis.

Ia menjelaskan, cabai rawit pada momen puasa dan lebaran tahun lalu harga tertingginya mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Namun, cabai merah justru turun dalam sepekan ini yang diketahui harganya mencapai Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu.

Kendati demikian, hal ini berbanding terbalik dengan bawang putih. Kebutuhan pokok satu ini melambung tinggi sejak awal April 2019. Harga yang pada umumnya sekitar Rp 30 ribu, kini menjadi Rp 50 ribu sampai Rp 53 ribu, bahkan bawang putih kating mencapai harga Rp 65 ribu per kilogramnya.

“Kalau bawang merah justru turun sejak seminggu lalu. Sekarang per kilonya saja Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu. Meskipun naik nantinya, paling mahal ya Rp 40 ribu,” ucap Darikin.

Darikin juga menuturkan, jika persediaan barang-barang mulai berkurang maka harga dipastikan akan naik. Hal ini umum terjadi pada H-2 lebaran, yang biasanya stok mulai berkurang dan para pedagang mulai menaikkan harga.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana