Realisasi Wacana Khofifah Dorong Pertumbuhan Entrepreneur Muda Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa saat menghadiri festival Kebaya Banyuwangi 2019 di Gezibu Taman Blambangan. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong tumbuhnya entrepreneur muda di Jatim. Orang nomor satu di Jatim ini mendukung dan siap memberi ruang bagi kreativitas dan inovasi agar generasi muda bisa meraih sukses sejak dini. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah memberikan kemudahan dan izin bagi daerah-daerah yang ingin mengembangkan sektor entrepreneurship. Contohnya Banyuwangi yang ingin mengembangkan SMK kreatif, yakni SMK kopi dan SMK cokelat bagi para santri.

“Orang hebat itu penting, orang kuat itu penting, tapi keduanya akan dikalahkan oleh orang kreatif dan inovatif,” ungkap Khofifah, saat menghadiri Festival Kebaya Banyuwangi Tahun 2019 di Gezibu Taman Blambangan, Jumat (26/4/2019).

Khofifa mengungkapkan, begitu bupati Banyuwangi menyampaikan pengembangan SMK itu, dirinya langsung menelepon dan mengirim pesan via whatsapp kepada Kepala Dinas Pendidikan Jatim untuk segera mengeluarkan izinnya.

Gubernur wanita pertama di Jatim ini menjelaskan alsasan dijadikannya SMK tersebut sebagai BLUD. Menurutnya, beberapa SMK yang sudah lebih dulu dijadikan BLUD ternyata mampu survive dan mendapatkan income. Jadi, model BLUD ini harus terus dibangun dan diperbanyak lagi agar kemandirian bisa diciptakan sejak usia muda.

“Kita memang sudah harus menyiapkan mereka yang memiliki talenta dan minat yang kuat di bidangnya, mereka harus diberikan ruang untuk tumbuh kembang dan bisa menuai sukses di usia muda,” ujarnya.

Kendati demikian, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, alasan pihaknya mengembangkan SMK cokelat dan SMK kopi karena prospeknya sangat baik. Sebab, baik cokelat maupun kopi sangat murah dan mudah didapatkan oleh para santri. Yakni untuk 1 kg kopi harganya hanya Rp. 17.000,- sampai Rp 20.000,-.

“Tapi begitu para santri diajari cara roasting kopi, mereka cepat sekali belajar dan menguasainya. Dan itu bisa dijual Rp. 100.000,-, jadi peningkatan value-nya cepat,”

Menurut Anas, sembari menunggu ijin dari Pemprov, pihaknya telah bekerjasama dengan Bank BUMN untuk menggelar pelatihan khusus jurusan cokelat dan kopi. Ia juga meyatakan dukunganna terhadap program pengembangan ekonomi kerakyatan agar rakyat kecil lebih mempunyai peluang dan kesempatan dalam meningkatkan derajat kesejahteraannya. Salah satunya dengan menumbuhkan pasar kuliner lokasl, serta menolak masuknya franchise-franchise kuliner dari luar negeri.

“Kita sedang mengembangkan kuliner tematik, misalnya arab street. Jadi pada malam tertentu kita tutup satu ruas jalan, kemudian di jalan itu digelar restoran masakan kaki lima yang khusus menyajikan masakan khas arab kelas 1. Ini sangat bermanfaat bagi rakyat yang tidak mampu menyewa tempat untuk membuka lahan,” tutup Anas.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana