Ekspor Naik, Angka Impor Juga Ikut Naik Bulan Maret 2019

SURABAYA-SUREPLUS: Disamping keberhasilan atas naiknya angka ekspor, ternyata angka impor juga mengalami kenaikan sebesar 1,11 persen dibandingkan bulan Februari dari 1,75 milyar dolar AS menjadi 1,77 milyar. Dikonfirmasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, kondisi yang meningkat ini ditunjukkan oleh kinerja nonmigas yang mengalami peningkatan.

“Impor nonmigas justru meningkat sebesar 5,10 persen dibanding bulan sebelumnya, dari USD 1,43 miliar menjadi USD 1,51 miliar. Impor nonmigas menyumbang 84,95 persen total impor Maret 2019 ke Jawa Timur. Dibandingkan Maret 2018, nilai impor nonmigas masih mengalami kenaikan sebesar 4,99 persen,” ungkap Teguh Pramono, Kepala BPS Jatim saat diwawancarai reporter Sureplus.id via ponsel, Kamis (25/4/2019).

Pada bulan Maret 2019, golongan Besi dan Baja (HS 72) merupakan komoditi utama impor Jawa Timur, dengan nilai transaksi sebesar USD 160,82 juta, naik sebesar 46,93 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai USD 109,46 juta. Kelompok barang ini mempunyai peranan 10,68 persen dari total impor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan utamanya diimpor dari Tiongkok sebesar USD 36,77 juta.

Kelompok barang yang menduduki peringkat kedua adalah golongan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84) yang menyumbang nilai impor sebesar 10,05 persen atau USD 151,24 juta. Golongan  komoditas ini utamanya berasal dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar USD 47,81 juta selama Januari 2019.

“Peringkat ketiga, barang masuk ke Jawa Timur adalah Golongan gandum-ganduman (HS 10) yang menyumbang nilai impor sebesar USD 149,01 juta atau mencapai 9,90 persen. Golongan  komoditas ini utamanya berasal dari Argentina dengan nilai impor sebesar USD 66,38 juta selama Maret 2019,” ujar Teguh.

Impor Menurut Negara Asal

Jika dilihat menurut negara asal barang impor, maka Tiongkok tercatat sebagai negara asal barang yang masuk Jawa Timur selama Maret 2019 baik diantara negara-negara Asia maupun dunia dengan peranan sebesar 24,91 persen.

“Disusul berikutnya dari Amerika Serikat dan Thailand yang memberikan kontribusi pada pasar impor sebesar 7,10 dan 5,58 persen. Nilai impor dari Tiongkok Maret 2019 sebesar USD 374,97 juta, diikuti impor dari Amerika Serikat sebesar USD 106,83 juta serta dari Thailand sebesar USD 83,96 juta,” kata Teguh.

Sementara itu impor nonmigas dari kelompok negara Uni Eropa bulan Maret 2019 sebesar  USD 119,58 juta atau turun sebesar 19,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor dari Jerman sebesar USD 40,38 juta  atau dengan peranan sebesar 2,68 persen. Diikuti dari Italia sebesar USD 16,64 juta atau berkontribusi sebesar 1,11 persen.

“Secara kumulatif, selama Januari-Maret 2019, impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar USD 730,51 juta, dengan utamanya dari Thailand sebesar USD 256,67 juta, atau dengan peranan sebesar 5,48 persen. Impor dari kawasan Uni Eropa sebesar USD 428,66 juta utamanya berasal dari Jerman sebesar USD 159,66 juta, dengan kontribusi sebesar 3,40 persen,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana