BPS Jawa Timur Tunjukkan Indikasi Angka Ekspor Naik Hingga 7,08 Persen

SURABAYA-SUREPLUS: Angka ekspor Jawa Timur pada bulan Maret berhasil naik mencapai 7,08 persen dibandingkan Februari lalu, yaitu dari 1,69 milyar dolar AS menjadi 1,81 dolar AS. Kenaikan nilai ekspor ini disebabkan lantaran kinerja ekspor sektor nonmigas yang naik menjadi lebih besar walaupun ekspor migas mengalami penurunan.

“Kalau dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor komoditas non migas naik sebesar 8,06 persen, yaitu dari 1,60 milyar dolar AS ke angka 1,73 miliar dolar AS. Nilai ekspor itu menyumbang sebesar 95,84 persen dari total ekspor bulan ini. Dibandingkan Maret 2018, nilai ekspor nonmigas juga naik sebesar 2,66 persen,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, saat diwawancarai reporter Sureplus.id via ponsel, Kamis (25/4/2019).

Teguh mengungkapkan, jika dikelompokkan berdasarkan golongan barang (HS) 2 digit, maka di bulan Maret 2019, golongan Perhiasan/Permata (HS 71) menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar USD 315,30 juta.

Nilai tersebut turun sebesar 23,77 persen jika dibandingkan dengan transaksi bulan sebelumnya yang mencapai USD 413,64 juta. Perhiasan/ Permata berkontribusi sebesar 18,22 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini. Golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Hongkong dengan nilai USD 77,68  juta.

“Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah golongan Lemak dan Minyak Hewan/Nabati, yang menyumbang nilai ekspor sebesar USD 123,59 juta, atau naik sebesar 14,34 persen dibanding bulan sebelumnya. Golongan barang ini menyumbang 7,14 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Tiongkok dengan nilai USD 51,97 juta,” ujar Teguh.

Negara Tujuan Ekspor

Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Jepang adalah negara tujuan utama ekspor Jawa Timur bulan Maret 2019, disusul ke Amerika Serikat dan Tiongkok. Selama bulan ini, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Jepang mencapai USD 274,30 juta, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat dan Tiongkok berturut-turut mencapai USD 231,80 juta dan USD 193,74 juta.

“Kawasan negara ASEAN masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur selama bulan Maret 2019, dengan kontribusi sebesar 18,96 persen. Singapura menjadi negara utama dengan peranan sebesar 5,73 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur, diikuti Malaysia dengan peranan sebesar 5,33 persen dan Vietnam dengan peranan sebesar 3,67 persen,” kata Teguh.

Ekspor nonmigas bulan Maret ke Singapura sebesar USD 99,18 juta. Sementara itu ekspor nonmigas ke kelompok negara Uni Eropa menyumbang 7,88 persen pada bulan ini. Ekspor ke kawasan ini, diantaranya ke Belanda sebesar USD 38,15 juta dan diikuti ekspor ke Jerman sebesar USD 23,73 juta

“Nonmigas ke Uni Eropa pada periode tersebut mencapai USD 410,95 juta dengan kontribusi sebesar 8,54 persen. Ekspor ke Belanda merupakan yang terbesar ke Uni Eropa selama Januari-Maret 2019 yaitu USD 102,19 juta,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana