Lantik 66 Pejabat, Wali Kota Risma Minta Langsung Tancap Gas Amankan Wilayahnya

Prosesi pelantikan 66 pejabat pemerintah kota Surabaya di lantai 2 Balai Kota Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Pelantikan pejabat dan mutasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Berlokasi di lobby lantai II Balai Kota Surabaya, sebanyak 66 Aparatur Sipil Negara (ASN) diambil sumpah dalam pelantikan itu.Rotasi dan Promosi jabatan itu berdasarkan surat Keputusan Wali Kota Surabaya nomor 821.2/3654/436.8.3/2019 tanggal 12 April 2019, tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

“Pelantikan ini mengikutsertakan 66 pejabat yang terdiri dari 23 pejabat mendapatkan promosi dan 43 diantaranya dirotasi. Kalau berdasarkan eselon, ada 1 orang eselon II.b, 8 orang eselon III.a, 7 orang eselon III.b, 33 orang eselon IV.a, dan 17 orang eselon IV.b,” ungkap Kepala Dinas Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya, Mia Shanti Dewi saat sesi wawancara di lokasi, Selasa (16/4/2019).

Mia mengungkapkan, dari jabatan ada satu orang yang diangkat menjadi staf ahli Wali Kota Surabaya, kemudian yang diangkat menjadi Camat ada dua orang, Sekretaris Kecamatan 2 orang, Lurah 12 orang, Sekretaris Kelurahan 2 orang, Sekretaris Dinas/Badan 6 orang, Kepala Bidang 6 orang, Kepala UPTD 1 orang, dan Kasi/KaSubBid/KaSubBag sebanyak 34 orang.

Kendati demikian, Wali Kota Risma meminta kepada para pejabat yang dilantik hari ini untuk langsung bekerja mulai besok di posisinya masing-masing. Hal tersebut, lantaran waktu yang sangat minim sehingga diharapkan langsung menyesuaikan dengan wilayahnya.

“Saya nitip kepada teman-teman yang saya lantik hari ini, terutama lurah dan camat, pada tanggal 17 April dan seterusnya, saya minta besok langsung masuk, karena waktunya tidak ada lagi, jadi tolong langsung menyesuaikan dengan wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu, juga menjelaskan bahwa sengaja melantik para pejabat Pemkot Surabaya hari ini karena mereka harus langsung bertanggung jawab dengan wilayahnya. Apalagi, sebentar lagi akan menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 yang pastinya akan menyita tenaga dan pikiran.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa para pejabat yang dilantik itu sudah bersumpah di bawah kitab sucinya masing-masing agama. Bahkan, ia mengaku selalu berusaha menyejahterakan para pejabat di Pemkot Surabaya semampunya dan semampu Kota Surabaya.

“Namun, kalau itu pun masih kurang, tolong keluar saja dari PNS. Saya sudah berkomunikasi dengan KPK, termasuk tunjangan yang ada di pemerintah kota, jadi tolong sekali lagi, tolong jangan buat saya sedih karena saya sudah memberikan yang terbaik untuk teman-teman,” kata Risma.

Ia menambahkan, tidak pernah sedikit pun berpikir menjelek-jelekkan para pejabat Pemkot Surabaya. Terkecuali pejabat itu sendiri yang berbuat jelek. Dirinya berdalih, sekalipun tidak pernah berpikir memburukkan citra para pejabat Pemkot Surabaya.

“Tapi kalau menggoda saya yang mendapatkan amanah dari warga, itu artinya sama saja menggoda rakyat saya. Jadi, saya minta tolong dijaga amanah ini. Sudah cukup yang kemarinnya, jadi  tolong jangan diulangi lag,” tutup Risma.[DEWID WIRATAMA/DM]