Tas Ramah Lingkungan, Hasil Sulap Kerajinan dari Sampah APK

Komunitas Gerakan Peduli Lingkungan, yang diketuai oleh Nabila Fadlina sedang membuat karya dari bahan bekas Alat Peraga Kampanye (APK). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Masa kampanye yang sudah usai beberapa hari lalu,membuat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) membersihkan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) yang ada di jalan-jalan, agar tidak sampah yang menumpuk. Salah satu elemen masyarakat, yakni Komunitas Gerakan Peduli Sekitar mengajar anak didik Sekolah Rakyat Kejawan untuk memanfaatkan sampak APK menjadi tas ramah lingkungan.

“Jadi kami memanfaatkan masa usai kampanye. Dari pada dibuang dan menambah limbah, mending kita buat menjadi yang berguna. Untuk sekarang, APK kita jadikan tas dulu dengan macam-macam model, seperti tas sekolah, mengaji, dan tas buat tempat makan,” ungkap Nabila Fadlina, selaku Founder Gerakan Peduli Sekitar saat diwawancarai reporter Surelplus.id, Senin (15/4).

Nabila mengungkapkan, dari 65 anak yang telah membuat kreasi tas dari APK ini, selanjutnya komunitas dan sekolah dapat mengembangkannya lewat dunia usaha. Yakni membuat tas dengan kualitas yang lebih baik  untuk dijual. Tak hanya itu saja, dari hasilnya pun akan disumbangkan.

Ia berdalih, bahwa kualitas tasnya diutamakan supaya mendapat nilai jual tinggi untuk penggalangan dana. Ia juga mengungkapkan antusias anak-anak yang sangat besar. Hal ini terlihat saat adik-adik menggambari tas yang putih polos dengan animasi kesukaan. Seperti Tayo, Hello Kitty, bahkan Bonek.

“Dari hasil tas yang sudah dibuat menjadi 70 buah, saya berharap adik-adik dapat memperhatikan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.  Agar adik-adik bisa memanfaatkan apa yang ada di sekeliling supaya lebih bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Radian Jadid, Kepala Sekolah Rakyat Kejawan mengungkapkan, jika pengambilan APK di kawasan Keputih sebanyak 200 APK sudah  mengantongi izin dari Panwascam Mulyorejo dan Bawaslu Surabaya. Dan untuk kelanjutannya, setelah pemilu, Bawaslu akan memberikan APK ke Sekolah Rakyat Kejawan.

“Disini kata mengajak adik-adik untuk kreativitas, untuk dirinya sendiri.  Dan harapannya, mereka memiliki inisiatif berwirausaha dan memicu berkarya. Karena life skill jarang di dapat di pendidikan formal, mangkanya kita memberi selang-selang seperti ini, mengajak adik-adik untuk berkarya yang positif,” ucap Jadid.[DEWID WIRATAMA/DM]

EDITOR: DONY MAULANA