Kemendikbud Targetkan Tujuh Ribu Guru yang Akan Dikirim ke Luar Negeri

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhajir saat menghadiri acara Silaturrahim Nasional di Universitas Muhammadiyah Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhajir yang hadir dalam acara Silaturrahim Nasional di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), mengatakan ada sebanyak tujuh ribu guru yang akan mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan diluar negeri lewat jalur baeasiswa.

“Mulai dari guru PAUD, sampai guru SMK sesuai dengan bidangnya untuk melakukan benchmarking biar mereka bisa membandingkan tingkat pengetahuan guru di Indonesia dan luar negeri,” ungkap Muhajir, saat sesi wawancara di gedung At Tauhid, Jumat (12/4/2019).

Muhajir mengungkapkan, negara-negara yang dituju adalah yang selama ini sudah memiliki reputasi di bidangnya. Contohnya, untuk pendidikan karakter akan dikirim ke Jepang yang memang sudah sangat advance.

Untuk SMK, dibidang ketrampilan terutama permesinan guru akan dikirimkan ke Jerman, tata boga akan ditujukan ke Swiss dan Singapore, Korea untuk manufaktur termasuk juga di bidang karakter. Khusus matematika, Muhajir mengklaim beberapa guru akan dikirimkan ke Malaysia, karena memiliki pengembangan pusat matematika di bawah South East Asian Minister of Education Organization (SEAMEO).

“Sehingga disana ada pusat-pusat pelatihan guru, yang bertaraf Internasional nah itu juga ada yang kita kirim kesana. Jangka waktunya antara seminggu hingga tiga bulan” ujar Mujahir.

Muhajir berdalih, ini merupakan kursus singkat yang selama ini skema tersebut belum pernah ada dalam LPDP, namun mulai tahun ini menteri keuangan sebagai penanggung jawab dari LPDP sudah menyetujui arahan dari presiden.

Pemberangkatan ini, akan membawa guru-guru yang memiliki prestasi dari sekolah negeri maupun sekolah swasta. Hal tersebut, lantaran Kemendikbud telah memegang catatan rekam jejak para guru di seluruh Indonesia. Pada tahun 2018 lalu, sebanyak 1.100 guru telah dikirimkan ke luar negeri secara merata, tergantung jumlah guru yang berprestasi.

“Tapi ini bergilir, mohon maaf bagi yang belum bisa mendapatkan kesempatan, tapi nanti pasti akan kita ikutkan. Kita juga lagi affirmasi, untuk sekolah yang berada di daerah tertinggal, kalau tidak mereka tidak akan mendapatkan bagian,” tutup Muhajir.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana