Neraca Perdagangan Jatim di Februari 2019 Sebanyak 65,65 Juta Dolar

Bongkar muat peti kemas ekspor dan impor di pelabuhan. FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Nilai neraca perdagangan Jawa Timur selama bulan Februari 2019 mengalami defisit sebanyak 65,65 juta dolar AS. Hal ini disebabkan karena ada selisih perdagangan yang negatif pada sektor migas, walaupun sektor nonmigas surplus sehingga secara agregat menjadi defisit. Hal ini dikonfimasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur.

“Sektor nonmigas mengalami surplus sebesar 169,79 juta dolar AS, sedangkan migas mengalami defisit sebanyak 235,44 juta dolar AS,” ungkap Teguh Pramono saat dihubungi via ponsel oleh reporter Sureplus.id

Teguh mengungkapkan, meskipun Jawa Timur harus menghadapi defisit lagi, neraca perdagangan bulan ini bisa diimbangi dengan angka impor. Impor migas bulan Februari 2019 naik 5,92 persen, dari 302,31 juta dolar AS menjadi 320,21 juta dolar AS. Impor migas menyumbang 18,27 persen dari total impor Februari 2019. Nilai impor migas turun 16,54 persen bila dibanding Februari 2018. Impor nonmigas juga turun 17,98 persen dibanding bulan sebelumnya.

Jika dilihat menurut negara asal barang impor, maka Tiongkok tercatat sebagai negara asal barang yang masuk Jawa Timur selama Februari 2019 baik diantara negara-negara Asia maupun dunia dengan peranan sebesar 28,58 persen. Disusul berikutnya dari Amerika Serikat dan Thailand yang memberikan kontribusi pada pasar impor sebesar 8,57 dan 6,93 persen.

“Nilai impor dari Tiongkok pada bulan Februari 2019 sebesar  409,51 juta dolar AS, diikuti impor dari Amerika Serikat sebesar 122,82 juta dolar AS serta dari Thailand sebesar 99,28 juta dolar AS,” ujar Teguh.

Kelompok negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditi nonmigas ke Jatim selama Februari. Yakni mencapai 234,32 juta dolar AS, turun 2,09 persen dibanding bulan sebelumnya. Di kawasan ASEAN, Thailand menjadi negara utama dengan kontribusi 6,93 persen dari total impor. Diikuti Malaysia dengan kontribusi 3,50 persen dan dari Singapura 2,85 persen.

“Secara kumulatif, selama periode Januari-Februari 2019, impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar  473,64 juta dolar AS atau dengan kontribusi mencapai 14,90 persen,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana