Ekspor Nonmigas Jawa Timur Masih Didominasi Luar Asia

Ilustrasi – kegiatan ekspor impor yang ada di Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Ekspor nonmigas telah meningkat diberbagai negara pada Februari 2019 ini. Namun, negara tujuan utama ekspor Jawa Timur masih berkutat di Amerika Serikat yang mencapai 200,13 juta dolar AS. Setelah Amerika, pada bulan Februari 2019 ini ekspor juga didominasi oleh nagara Jepang dan Singapore sejumlah 175,80 juta dolar AS dan 174,14 dolar AS.

“Selain Amerika, kawasan ASEAN masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur selama bulan Februari 2019, dengan kontribusi sebesar 22,19 persen,” ujar Teguh Pramono saat diwawancarai reporter Sureplus.id di gedung Badan Pusat Statistik, Sabtu (23/3/2019).

Teguh mengungkapkan, di kawasan ASEAN Singapura telah menjadi negara utama dengan peranan sebesar 10,87 persen dari total ekspor nonmigas di Jawa Timur denga jumlah 174,14 juta dolar AS, diikuti oleh Malaysia dengan peranan sebesar 4,96 persen dengan jumlah sebanyak 79,43 juta dolar AS.

Sementara itu, ekspor nonmigas ke kelompok negara Uni Eropa menyumbang 7,80 persen pada bulan ini. Ekspor ke kawasan ini, diantaranya ke Belanda sebesar 32,89 juta dolar AS dan ke Jerman sebesar 19,29 juta dolar AS.

“Secara kumulatif, selama periode Januari-Februari 2019, ekspor nonmigas ke kawasan negara ASEAN sebesar  609,14 atau sebesar 19,77 persen. Sedangkan di Uni Eropa, yang terbesar yaitu ke Belanda selama Januari-Februari 2019,” ujar Teguh.

Barang perhiasan dan bagiannya, dari logam mulia lainnya, disepuh atau dipalut dengan logam mulia maupun tidak lainnya merupakan komoditas ekspor dengan nilai tertinggi pada Februari 2019 sebesar 287,08 juta dolar AS. Komoditas ini dominan diekspor ke Singapura sebesar 114,19 juta dolar AS.

Peringkat kedua ditempati oleh sisa dan skrap lainnya mengandung logam mulia atau senyawa logam mulia, dari jenis yang digunakan terutama untuk pemulihan logam mulia lainnya dengan nilai sebesar 90,79 juta dolar AS yang diekspor semuanya ke Korea Selatan dan peringkat ketiga adalah minyak petroleum mentah dengan nilai sebesar 82,96 juta dolar AS, yang semuanya diekspor ke Thailand.

“Barang perhiasan dan bagiannya dari logam mulia lainnya, disepuh atau dipalut dengan logam mulia maupun tidak, merupakan komoditas yang mengalami kenaikan ekspor paling tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu menjadi 287,08 juta dolar AS setelah bulan sebelumnya sebesar 151,94 juta dolar AS,” tutup Teguh. (DEWID WIRATAMA/DM)

Editor: Dony Maulana