Bangun dan Kembangkan Jiwa Nasionalisme Anak Lewat Jambore Pandu

SURABAYA-SUREPLUS: Rasa bangga akan negara Indonesia harus dibangun semenjak usia dini. Dalam acara pembukaan Jambore Pandu  Sekolah Model Tahun 2019, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani menyampaikan untuk bisa merasakan NKRI, generasi muda bukan hanya berkumpul dalam Pramuka saja.

“Namun bagaimana kita membangun karakter bangsa nasionalisme pada mereka. Dan sebagai generasi muda, anak milenial sepertinya sudah mulai pupus rasa nasionalisme dan karakter bangsa terkait dengan Pancasila dan kebhinekaan,” kata Puan saat sesi wawancara di acara Jambore Pandu, Jumat (22/3/2019).

Puan mengungkapkan, jika seluruh generasi muda Indonesia berjiwa nasionalisme, hal ini tentunya akan menjadi salah satu contoh model yang sangat manfaat bagi generasi milenial. Menurutnya, hal ini bisa dilakukan tidak hanya di Jawa Timur oleh Pemendikbud, namun akan bertahap di seluruh Indonesia.

Pesannya untuk masyarakat di zaman now melalui acara Jambore Pandu, agar tidak terpengaruh akan informasi atau berita yang belum pasti akan kejelasannya. Baik dalam penggunaan gadget maupun sosial media.

“Jangan termakan berita yang belum benar dan jaga jangan sampai kemudian kita terpengaruh hoax yang nantinya akan membuat Indonesia menjadi terpecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  meminta pada masing-masing sekolah. Mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, agar bersama-sama bisa memberikan ekstrakurikuler yang dapat membangun kepaduan, kerelawanan, pembangunan nasional melalui karakter kebangsaan.

Ia menjelaskan, pintu masuk yang paling sederhana untuk semua itu adalah melalui pramuka. “Oleh karena itu, para majelis pembina pramuka, baik kabupaten, kota maupun tingkat provinsi. Saya sendiri akan melakukan koordinasi,” kata Khofifah.

Bahkan di 99 hari kerjanya, Khofifah sudah mengkomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Pramuka Jatim. Hal ini dilakukan, sehingga anak-anak pramuka memiliki tempat.

“Mereka bisa melakukan outbound Jambore, kegiatan-kegiatan lain supaya bangunan nasionalisme dan karakter bisa kita introduksi lebih dalam dan lebih substantif,” tutup Khofifa.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana