Pemkot Surabaya Setarakan Toilet Sekolah Kelas Hotel

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat mengunjungi kawasan Wonorejo. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Walikota Surabaya, Tri Rismaharini telah menerapkan fasilitas toilet sekolah setara dengan toilet hotel di beberapa sekolah Surabaya. Program ini sebenarnya telah direncanakan olehnya semenjak dirinya menjadi walikota pada tahun 2011, yang mana tidak hanya seperti hotel, namun juga seperti bandara.

“Memang kita sengaja seperti itu, karena supaya anak-anak tidak katrok. Jadi kalau suatu saat dia besar, dia pergi ke suatu tempat, dia tau fungsinya,” ungkap Risma saat sesi wawancara di daerah Wonorejo, Kamis (14/11/2019).

Risma mengungkapkan, PT Cipta Karya yang memberikan fasilitas toilet duduk sempat marah, lantaran toilet duduk tersebut digunakan jongkok oleh siswa sekolah hingga mengalami kerusakan. Namun, ia berdalih dirinya sudah menyiapkan stiker bertuliskan cara penggunaan toilet yang tepat demi menghindari kerusakan.

Selain itu, pemerintah kota Surabaya juga telah memberikan sosialisasi pada para siswa dan pihak sekolah di Surabaya untuk merawat toilet tersebut. Salah satu upaya perawatan tersebut, yakni mengadakan lomba kebersihan tingkat sekolah. Untuk fasilitas toilet sekolah yang kotor akan diberikan label berupa bendera hitam.

“Ada sebetulnya petugas kebersihan, tapi anak-anak juga kita ajarkan sebulan sekali namanya ngosek bareng, jadi istilahnya mereka membersihkan toilet bersama,” ujar Risma.

Kendati demikian, Risma menjelaskan bahwa seluruh sekolah di Surabaya telah menerapkan sistem toilet sekelas hotel, tidak hanya di SMP Negeri 1 Surabaya. Penerapan toilet hotel ini masih berkutat pada SD dan SMP seluruh Surabaya, agar siswa setidaknya dapat mengerti penggunaan maupun perawatan toilet kelas atas.

Senada dengan Risma, Kepala Bappeko kota Surabaya Eri Cahyadi berujar bahwa sudah menjadi impian bersama jika toilet di sekolah negeri Surabaya bersih. Untuk rencana tersebut, pemerintah kota Surabaya telah menyiapkan anggaran dari APBD. Namun, ditahun 2019 ini belum semua toilet akan diperbaiki dan dipercantik.

“Nantinya akan ada semacam pendampingan kepada seluruh sekolah di Surabaya. Juga akan diterapkan semacam standar untuk menjaga kamar kecil dan toilet tetap bersih,” ucap Eri.

Eri menjelaskan, nantinya akan ada penilaian khusus akan kebersihan kamar kecil. Mereka yang memiliki standar kebersihan melebihi standar akan terus dipantau. Mereka berhak untuk dilombakan dalam pengelolaan dan menjaga toilet wangi, bersih, dan sehat.

“Kalau ada sekolah yang kebersihan toiletnya dibawah standar, harus diumumkan terbuka bahwa sekolah yang bersangkutan tidak bisa menjaga kebersihan. Mereka tidak memberikan kenyamanan ketika siswa siswi ke kamar kecil,” tutup Eri.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana