Representasi Pemimpin Wanita Oleh Komunitas Srikandi Project

Komunitas srikandi project, kumpulan para perempuan yang menjujung tinggi hak dan aspirasi para wanita dari segala kalangan dan usia. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Di era digital dan milenial ini, tidak sedikit wanita yang memiliki gaya hidup hedon dan glamour, apalagi kalangan wanita dengan kelas sosial menengah ke atas maupun atas. Namun, masih ada pejuang perempuan yang mampu menunjukkan bahwa sejatinya wanita mampu untuk menjadi pemimpin tanpa harus memandang strata sosial. Srikandi Project, sebuah komunitas yang penyedia wadah aspirasi dan apresiasi dengan moto “dari perempuan dan untuk perempuan”.

“Nama Srikandi sendiri kita ambil dari sifat dan karakteristik Dewi Srikandi. Karena dia perempuan yang tidak hanya mengemban tugas sebagai ibu, tapi juga sebagai panglima perang,” tutur Alifta, salah satu pendiri komunitas Srikandi Project saat diwawancarai reporter Sureplus.id di basecamp Srikandi Project, Senin (11/3/2019).

Alifta mengungkapkan, komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan isu – isu mengenai perempuan ini terbentuk pada bulan September 2014. Srikandi Project sendiri merupakan komunitas keberagaman perempuan yang tidak terbatas usia, suku, ras, agama, hobi, dll.

Dalam perjalanannya mendirikan komunitas, Alifta dibantu oleh ketiga temannya yang bernama Rarhas, Cinthya, dan Anindita dengan tekad mewadahi aspirasi dan apresiasi dari perempuan dan untuk perempuan. Di komunitas inilah, tempat dimana para Srikandi berbaur untuk membentuk karakter perempuan yang sesungguhnya. Sesuai dengan campaign yang dikibarkan komunitas ini yaitu #perempuanPHP (PRETTY – HEALTHY – POWERFULL).

Tidak lain, mereka ingin para perempuan percaya bahwa setiap perempuan itu terlahir cantik. Sehingga para perempuan harus lebih percaya diri. Menurut Alifta, setiap perempuan memiliki kemampuan yang luar biasa dan memiliki pengaruh yang besar juga terhadap keluarga, lingkungan, dan bangsa ini. Oleh sebab itu perempuan harus percaya diri.

“Para Srikandi melakukan berbagai kegiatan yang tentunya berkaitan pula dengan campaign #perempuanPHP dan menyatukan perempuan dari berbagai perbedaan. Perempuan itu harus include PRETTY – HEALTHY – POWERFULL, semua kegiatan kita lingkupnya ya dari tiga topik itu yang kemudian menyebar ke berbagai hal,” ucapnya.

Komunitas ini aktif mengikuti pameran-pameran guna mewadahi para Srikandi yang memiliki usaha, kegiatan, maupun kemampuan yang dapat dikenalkan langsung ke masyarakat. Dia menambahkan, Srikandi Project juga turut mendukung dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan perempuan, seperti breast cancer awarness, dll.

Anggota Srikandi Project sudah tersebar dibeberapa kota di Jawa Timur. Alifta dan para Srikandi lainnya berharap komunitas ini bisa semakin meluas. Ia berdalih, anggota mereka banyak yang sedang mengambil pendidikan maupun bekerja di kota lain. Tidak menutup kemungkinan mereka akan membentuk komunitas dengan visi dan misi yang sama di kota mereka.

Bila dilihat dari beragamnya usia anggota komunitas ini memang sangat unik. Tidak ada batasan tertentu sebagai syarat untuk bergabung. Tidak membutuhkan persyaratan yang sulit untuk bergabung dengan komunitas ini. Yang terpenting adalah Perempuan, Peduli dengan isu-isu tentang perempuan, dan Bersemangat untuk maju.

“Anggota kita dari usia paling muda yang baru awal kuliah, sampai yang paling tua itu sudah punya cucu,” tutup Alifta.[DEWID WIRATAMA/DM].

Editor: Dony Maulana