Gelar Seminar Enterpreuner Inspiratif, Kenalkan Konsep Pemasaran Terbaru di Era Millenial

Jaka Nopansyah (kiri) saat menjelaskan seputar influencer marketing pada acara Festival Enterpreuner di DBL Arena. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Mengiklankan produk di televisi dengan menggandeng artis papan atas merupakan cara lama yang telah banyak dilakukan. Dalam acara festival Enterpreuner, dihelat oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), yang menghadirkan Jaka Nopansyah sebagai pembicara, mengenalkan cara berbisnis terbaru dengan menggaet konten kreator media sosial maupun komika yang notabene memiliki penggemar tidak sedikit.

“Dalam memasarkan produk, kita bisa mengajak konten kreator di media sosial. Namanya Influencer Marketing, karena rata-rata para konten kreator yang sudah memiliki nama mempunyai income sebesar 200 juta perbulan dengan follower sebanyak lebih dari 500 ribu,” ungkap Jaka, saat menyampaikan penjelasan di Gedung DBL Arena, Kamis (7/3/2019).

Jaka menjelaskan, dalam bisnis model ini bahkan memungkinkan untuk tidak mengeluarkan uang sepeser pun dalam memulainya. Hal ini, lantaran modal usaha yang ia paparkan tidak melulu hanya uang, melainkan teman dan terutama keberanian.

Menurutnya, relasi yang luas merupakan salah satu kunci utama dari berbisnis yang mungkin diketahui banyak orang. Namun, dalam hal ini seorang pemula harus bisa jeli menentukan siapa yang akan dijadikan teman dalam berbisnis. Seperti yang diakuinya, ia pada awalnya mendalami soal dunia digital yang kemudian membawanya pada sebuah acara seminar. Dari sanalah ia bertemu seorang investor yang tertarik dengan sistem influencer marketing.

“Untuk mempertahankan bisnis, tentunya kita harus memiliki keunikan. Saya selalu memantau pasar dan membuat update akan produk saya dan saya bandingkan dengan kompetitor lainnya,” ujar Jaka.

Kendati demikian, Jaka berpendapat sebelum menjadi seorang enterpreuner, apalagi denga konsep influencer marketing alangkah baiknya untuk mencari pengalaman dengan bekerja ikut orang terlebih dahulu. Ia berdalih, agar keinginan untuk belajar, menganalisa, merencanakan ide bisnis dan menetapkan target penghasilan maupun konsumen.

“Memang, untuk sukses adalah jangan membatasi diri kita pada apa yang kita sukai, selama itu positif,” tutup Jaka.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dewid Wiratama