Seluruh Kota di Jawa Timur Alami Deflasi di Februari 2019

Komoditas cabai rawit menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Jember dan Probolinggo. FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Deflasi yang terjadi di Jawa Timur pada Februari 2019 ini dialami oleh seluruh kota di Jawa Timur. Pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan Februari 2019    IHK Jawa Timur menunjukkan adanya penurunan    harga di sebagian besar komoditas yang    dipantau. Hal    ini mendorong terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,18 persen yaitu    dari 134,27 pada bulan Januari 2019 menjadi 134,02 pada bulan Februari 2019.

“Deflasi tertinggi terjadi di kota Malang, yang mencapai 0,42 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di kota Kediri dan Banyuwangi sebesar 0,08 persen. Deflasi Februari 2019 lebih rendah jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu, karena pada tahun 2018 lalu Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,16 persen,” ungkap Teguh Pramono, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di Gedung BPS Jawa Timur, Selasa (5/3/2019).

Teguh mengungkapkan, apabila melihat trend musiman setiap bulan Februari selama 10 tahun terakhir, terjadi tiga kali deflasi dan tujuh kali inflasi. Bulan Februari 2013 merupakan inflasi tertinggi yaitu sebesar 0,97 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada bulan Februari 2015 sebesar 0,52 persen.

Kelompok yang mengalami deflasi antara lain adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,99 persen, dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,41 persen. Kelompok bahan makanan, pada bulan Februari 2019  ini mengalami deflasi sebesar 0,99 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 3,48 persen dan terendah subkelompok ikan segar sebesar 0,01 persen.

“Bahan makanan pada bulan Februari 2019 ini, memberikan andil deflasi sebesar 0,20 persen. Komoditas yang dominan adalah telur ayam ras sebesar 0,08 persen, daging ayam ras sebesar 0,06 persen dan bawang merah sebesar 0,04 persen,” ujar Teguh.

Selain itu, kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.  Subkelompok yang mengalami deflasi adalah subkelompok transport sebesar 0,58 persen dan subkelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,16 persen. Sementara subkelompok yang tidak mengalami perubahan adalah subkelompok jasa keuangan.

Kelompok ini pada bulan Februari 2019 memberikan andil deflasi sebesar 0,07 persen. Komoditas utama yang memberikan andil deflasi terbesar adalah angkutan    udara sebesar 0,05 persen, bensin sebesar    0,04 persen, dan tarif telepon seluler sebesar 0,01 persen.

“Komoditas cabai rawit menjadi penghambat utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota IHK di Jawa Timur kecuali di Jember dan Probolinggo,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana