Nilai Impor Jawa Timur Anjlok Hingga 2,05 Miliar AS Pada Januari 2019

SURABAYA-SUREPLUS: Impor daerah Jawa Timur telah tercatat mengalami penurunan dengan total 2,05 Miliar AS atau sebesar 5,11 persen pada Januari 2019 ini. Dikonfirmasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, kondisi penurunan ini ditunjukkan oleh kinerja impor komoditas migas maupun impor nonmigas yang sama-sama mengalami penurunan.

“Januari 2019, impor migas Jatim turun sebanyak 20,75 persen dari 381,47 juta menjadi 302,31 juta dolar AS. Sejauh ini, impor migas menyumbang 14,75 persen dari total impor Januari 2019,” ungkap Teguh Pramono, Kepala BPS Jatim saat diwawancarai reporter Sureplus.id, Senin (18/2/2019).

Sedangkan untuk impor nonmigas, Teguh mengungkapkan penurunan tercatat sebesar 1,75 persen dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan data bulan ke bulan, impor nonmigas menyumbang 85,25 persen total impor Januari 2019 ke Jawa Timur.

Untuk migas, bahan bakar motor tanpa timbal dari RON 90 diketahui masih menjadi komoditas impor dengan nilai tertinggi pada Januari sebesar 87,61 juta dolar AS. Komoditas ini dominan diimpor dari Singapura sebesar 58,85 juta dolar AS. Peringkat kedua, ditempati oleh komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON lainnya dengan nilai impor sebesar 85,45 juta dolar AS.

“Peringkat ketiga yaitu kalium klorida, dengan nilai impor sebesar 62,59 juta dolar AS, dengan negara impor dari Belarusia bernilai 23,37 juta dolar AS,” ujar Teguh.

Sedangkan impor nonmigas, khususnya komoditas bawang bombay, bawang merah, bawang putih, bawang bakung dan sayuran jenis lainnya mengalami penurunan impor paling tinggi pada Januari 2019 dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 71,57 juta.

Dari data yang dihimpun, Tiongkok diketahui merupakan negara asal barang yang masuk Jawa Timur selama Januari 2019, disusul oleh Amerika Serikat di peringkat kedua dan Brazil diperingkat ketiga. Tiongkok dengan kontribusi peranan sebesar 31,91 persen, memiliki nilai impor sebesar 557,41 juta dolar AS. Disusul berikutnya, Amerika Serikat dan Brazil yang berkontribusi sebesar 6,23 dan 4,38 persen memiliki nilai impor sebesar 108,77 juta dan 76,43 juta dolar AS.

“Kelompok negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditi nonmigas ke Jawa Timur selama Januari 2019, turun sebesar 6,20 persen dibanding bulan sebelumnya,” jelas Teguh.

Di kawasan ASEAN, Thailand menjadi negara utama dengan peranan sebesar 4,20 persen dari total impor, diikuti oleh Singapura dengan peranan sebesar 3,71 persen dan Malaysia 3,10 persen. Nilai impor nonmigas dari Thailand dibulan Januari sebesar 73,42 juta dolar AS, Singapura sebanyak 64,80 juta dan Malaysia sebesar 54,12 juta dolar AS.

“Dari Uni Eropa, ada dari Jerman sebesar 65,80 juta dolar AS dengan peranan sebesar 3,77 persen dan Italia sebesar 33,20 juta dolar AS berkontribusi sebesar 1,90 persen,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana