Lentera Fotosintesis Karya Mahasiswa Surabaya yang Meraih Medali Emas Tingkat Internasional

Rektor UM Surabaya, Sukadiono bersama tim pencipta inovasi Lentera Fotosintesis saat penyambutan kepulangan di Gedung Rektorat UM Surabaya, Senin (11/2/2019). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya berhasil menyabet medali emas saat berkompetisi dengan berbagai negara. Dengan membawakan inovasi bernama Lentera Fontosintesis, tim yang terdiri dari tujuh mahasiswa dengan satu dosen pembimbing ini disambut langsung kepulangannya oleh rektor UMS, setelah mengikuti kompetisi Bangkok International Intelletual Property , Invention, Innovation and Technology Exposition

“Ini merupakan karya inovasi mahasiswa, yang tahun kemarin sudah dilombakan di tingkat universitas dengan karya Lentera Fotosintesis. Tujuan utama dari inovasi ini adalah memberikan sinar yang mengandung zat khusus berguna untuk mempercepat pertumbuhan tanaman,” ungkap Rektor UM Surabaya, Sukadiono saat diwawancarai reporter Sureplus.id di gedung rekorat, Senin (11/2/2019).

Sukadiono mengatakan, inovasi ini merupakan hasil karya tim gabungan dari mahasiswa berbagai jurusan dan satu dosen fakultas teknik. Disamping itu, ia mengklaim alasannya untuk mengikutkan  kompetisi internasional, lantaran karya ini merupakan karya original yang belum pernah ada inovasi semacam ini dalam jurnal prestasi dimana pun.

Sejak awal, pihak UM Surabaya telah memberikan support dalam berbagai hal yang dibutuhkan, supaya tim ini bisa mengikuti diluar negeri. Setelah mendapatkan gelar juara, tentunya ada apresiasi khusus yang diberikan. Apresiasi tersebut berupa pembebasan SPP per semester dan insentif khusus bagi masing-masing anggota.

“Tidak lain tujuannya adalah supaya universitas dan seluruh elemen masyarakat juga ikut termotivasi untuk menghasilkan karya-karya yang lain, agar bisa go internasional agar kualitas manusia di UM Surabaya juga semakin meningkat,” ujar Sukadiono.

Rektor UMS tersebut juga menjelaskan, kampus Muhhamdiyah Surabaya ini tidak memiliki jurusan khusus pertanian, namun dapat menciptakan produk yang mana akan membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, disinilah sinergisitas yang bisa dikombinasikan dari mahasiswa yang notabene berlatar belakang pendidikan kesehatan dan teknik tersebut.

Untuk kedepannya, bagaimanapun Surabaya jarang bila dikaitkan dengan pertanian. Fakultas pertanian tidak hanya masalah tanaman, namun juga dipertimbangkan pula perihal tentang halal dan haramnya. Hal tersebut, menjadi pertimbangan khusus bagi UM Surabaya untuk membuat prodi yang terkait dengan Agriculture.

Ditemui di tempat yang sama, mahasiswa perwakilan tim bernama Ghois Qurniawan mengungkapkan, hambatan daripada pembuatan produk ini hanyalah pada teknis pembuatan. Hal tersebut, lantaran problematika yang lain telah dibantu penuh oleh pihak kampusnya, terutama dari segi fasilitas dan pendanaan.

“Karena ini merupakan kali pertama kita Go International, tentunya kita boleh berbangga. Tapi kita juga ada rasa canggung, karena kita tidak berkompetisi dengan negara-negara Asia, tapi juga ada beberapa perwakilan dari negara Eropa seperti Polandia, Kroasia, UK, Rusia dan total yang mengikuti ada 25 negara,” ujar Ghois.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana