Tingkat Kunjungan Wisatawan Asing di Jawa Timur Turun di Penghujung tahun 2018 

ILUSTRASI: Jawa Timur mengalami penurunan jumlah wisatawan mancanegara pada bulan Desember 2018 sebanyak 11,28 persen. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Jawa Timur mengalami penurunan jumlah wisatawan mancanegara pada bulan Desember 2018 sebanyak 11,28 persen. Hingga kini, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisman yang berkunjung melalui bandara Juanda hanya mencapai 26.609 orang. Jika dlihat bulan sebelumnya, yakni pada bulan November 2018 angka kunjungan mencapai 29.992 orang.

“Secara umum, pola kedatangan wisman ke Jatim  selama periode Januari hingg Desember 2018, jumlah kedatangan tertinggi hanya di bulan Agustus yang mencapai angka 34.166 pengunjung. Walaupun sempat turun di bulan September, tapi meningkat kembali di November dan turun lagi di Desember 2018,” ungkap Teguh Pramono, saat dikonformasi reporter Sureplus.id, Jumat (8/2/2019).

Sepuluh negara yang menjadi visitor utama ke Jawa Timur, yakni Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, India, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Thailand dan Hongkong. Wisatawan mancanegara dari sepuluh negara tersebut, mencakup 53,28 persen dari total keseluruhan datangnya wisman ke Jawa Timur pada Desember 2018.

Wisman dari negara Malaysia, menempati posisi tertinggi dengan peranan sebesar 28,72 persen. Diikui oleh Singapura 10,23 persen dan Tiongkok sebanyak 4,46 persen. Wisman dari sepuluh negara tersebut, mengalami penurunan di bulan Desember kecuali Singapura yang mana mengalami peningkatan tertinggi sebanyak 26,62 persen. Sebaliknya, wisman dari Hongkong dan Taiwan mengalami penurunan sebesar 40,53 persen dan 33,73 persen.

“Secara kumulatif, dari data year on year jumlah wisman mengalami peningkatan pada tahun 2018 dibandigkan periode sebelumnya, yaitu dari 247.166 menjadi 322.965 kunjungan,” ujar Teguh.

Selain itu, ada juga salah satu indikator yang dapat mencerminkan tingkat produktivitas usaha jasa akomodasiu, yakni Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Jika TPK besar dan cenderung mendekati 100 persen, maka dapat diartikan bahwa sebagian besar kamar akomodasi laku terjual.

TPK hotel berbintang di Jawa Timur pada bulan Desember 2018 naik sebesar 0,59 dibandingkan bulan sebelumnya. Angka TPK ini, berarti pada bulan Desember 2018 dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel berbintang di Jatim, pada setiap malam terjual sebanyak 61 hingga 62 kamar.

“Rata-rata Lama Tamu Menginap (RLMT) untuk hotel berbintang di Desember 2018 adalah 146 hari. Artinya, pada umumnya lama tamu menginap, baik tamu asing maupun tamu domestik di hotel berbintang berkisar antara satu hingga dua hari,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana