Kisah di Balik Kue Keranjang

Nian Gao – Foto : dok. primarasa

Nian Gao atau dodol Cina, atau yang populer kita kenal dengan kue keranjang, adalah makanan yang pada mulanya dibuat sebagai persembahan dalam upacara ritual yang kemudian menjadi makanan khas yang identik dengan tahun baru Cina. Penisbatan nama keranjang, karena ketika dibuat, ia dicetak di dalam cetakan yang bentuknya seperti keranjang.

Dalam pengertian Cina, ‘Nian‘ berarti ‘tahun’, sedang ‘gao’ berarti ‘kue’. Akan tetapi kata ‘gao‘, ketika diucapkan dengan intonasi tertentu, maknanya menjadi ‘tinggi’. Oleh sebab itu kue keranjang seringkali disusun tinggi atau bertingkat sebagai simbol harapan agar rejeki dan kemakmuran di tahun yang akan dijalani, menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Adapun sifat lengket pada kue keranjang, dimaksudkan sebagai perekat kekerabatan dan pertemanan.

Kue keranjang – sebagaimana setiap makanan dari kebudayaan manapun – memiliki riwayatnya sendiri, cerita sendiri.

Sebagaimana dituturkan turun temurun dari generasi ke generasi, pada masa Cina kuno, hiduplah makhluk raksasa bernama ‘Nian’ yang tinggal di sebuah gua di ketinggian gunung. Makhluk raksasa ini, hanya keluar dari gua untuk berburu mangsa ketika ia merasa lapar. Namun suatu hari di musim dingin, ketika binatang-binatang buruannya banyak yang berhibernasi, Nian terpaksa turun ke desa-desa mencari manusia sebagai ganti . Kenyataan itu tentu saja membuat masyarakat desa menjadi ketakutan. Sampai akhirnya ada seorang warga desa yang cerdik bernama Gao yang membuat beberapa kue sederhana yang terbuat dari campuran tepung ketan dan gula, kemudian diletakkan di depan pintu. Ketika Nian turun untuk mencari mangsa dan menemukan kue-kue itu di depan pintu dan menyantapnya hingga kenyang, sejak saat itu, tak ada lagi terdengar berita orang hilang karena menjadi santapan Nian. Dan sejak saat itu pula, setiap musim dingin tiba penduduk desa membuat kue keranjang untuk mencegah Nian memburu dan memakan warga desa. Untuk mengingat jasa Gao yang berhasil mencegah Nian memburu manusia, maka para penduduk desa menamakan kue ini sebagai “Nian Gao.”

Tapi ada juga cerita lain selain cerita di atas yang menuturkan bahwa kue keranjang mula-mula dibuat sekitar 5.000 tahun lalu di wilayah Tiongkok di saat tahun baru musim semi, ketika salju yang menumpuk di Gunung Goby selama berbulan-bulan meleleh dan meluber, mengakibatkan banjir yang menggenangi hampir semua daratan Cina. Dampak buruknya tak hanya membuat rumah tempat tinggal warga hancur, namun persediaan makan juga habis disapu salju yang mencair itu. Untuk mengantisipasi terjadinya bahaya kelaparan, warga memutuskan untuk membuat bahan makanan yang bisa tahan lama, dan terciptalah kue keranjang yang kuat, ringkas, awet dan rasanya enak. (ff)