BPS Opitimis Kesejahteraan Petani Jawa Timur Meningkat di Awal Tahun 2019

ILUSTRASI: BPS Jatim optimis kesejahteraan petani Jawa Timur meningkat di awal tahun 2019. FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Salah satu indikator pengukur tingkat kesejahteraan petani, yakni Nilai Tukar Petani (NTP) menunjukkan peningkatan sebesar 0,07 persen pada awal tahun 2019 ini di Jawa Timur. Hal ini, lantaran indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga yang dibayar petani (Ib).

“It naik sebesar 0,78 persen, sedangkan Ib berada dibawahnya sebesar 0,71 persen. Tapi peningkatan tidak sebesar Januari 2018 lalu yang mencapai 1,84 persen,” ungkap Teguh Pramono saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id, Selasa (5/2/2019).

Teguh mengungkapkan, peningkatan masih didominasi oleh tiga sub sektor. Ketiganya yakni subsektor Holikultura sebesar 0,79 persen, diikuti sub sektor Peternakan sebanyak 0,40 persen dan sub sektor perikanan dengan jumlah 0,18 persen.

Mengenai It, sepuluh komoditas yang menyebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani bulan Januari 2019, adalah sapi potong, ikan tongkol, buah mangga, rumput laut, ikan kuniran, gabah, kopi, ikan nila, jagung dan bawang merah. Sedangkan komoditas yang mendorong naiknya Ib, yakni tomat sayur, jagung pipilan, pukat kantong, benih nila, bawang merah, es batu, cabai rawit, bibit ayam ras pedaging, beras dan upah menuai/memanen.

“Indeks harga yang dibayar petani terdiri dari dua golongan, yaitu golongan konsumsi rumah tangga serta golongan biaya produksi dan pembentukan barang modal (BPPBM),” ujar Teguh.

Seperti yang ia jelaskan, Januari 2019 ini Ib naik sebesar 0,71 persen dibanding bulan Desember 2018, yaitu dari 137,15 persen menjadi 138,11 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya indeks harga konsumsi rumah tangga (inflasi pedesaan) sebesar 0,58 persen dan BPPBM sebesar 1,01 persen.

Dari beberapa provinsi di pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada bulan Januari 2019, empat provinsi mengalami kenaikan NTP.

“Kenaikan NTP terbesar masih dipegang oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 1,32 persen, diikui Jawa Barat sebesar 0,59 persen, Jawa Tengah sebesar 0,12 persen kemudian Jawa Timur 0,07 persen,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana