Mahasiswa Surabaya Hadirkan Dekorasi Rumah Berbentuk Babi Jelang Imlek

Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Surabaya, yang berkolaborasi dengam mahasiswa asing dalam menyambut hari raya Imlek. Dekorasi berupa hiasan babi dihadirkan dalam menyambut tahun babi tanah ini menurut tradisi Tionghoa. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA–SUREPLUS: Jelang Tahun Baru China 2570, mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) dan mahasiswa asing dari Vietnam, Tajikistan dan Kanada berkolaborasi buat kreasi hias babi dari tanah liat. Kreasi babi tanah ini dapat digunakan dekorasi rumah saat keluarga datang berkumpul. Kreasi babi tanah yang telah dibuat, kini dipamerkan di Gedung International Village Lt.1 Kampus Ubaya Tenggilis Jl.Raya Kalirungkut Surabaya.

“Kami kolaborasikan beberapa mahasiswa untuk bersama menghias babi dari tanah liat jelang Hari Raya Imlek. Selain memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa asing, kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk toleransi antar umat beragama khususnya mahasiswa Ubaya,” ungkap Purnawa Dewi, Humas Ubaya saat dikonfirmasi reporter Sureplus.id, Kamis (31/1/2019).

Tiga mahasiswa asing tersebut adalah Vu Thi My Linh (Vietnam), Azizjon Karimov (Tajikistan), dan Arie Naccache (Kanada) yang mengikuti program Darmasiswa Republik Indonesia di Ubaya. Mereka didampingi oleh Fionna Clarissa, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif angkatan 2016 dan Angela Thamrin angkatan 2018 dari Fakultas Farmasi.

Dewi menjelaskan, mahasiswa Ubaya memang lengkap mulai dari 6 agama dan berasal dari berbagai suku, budaya dan bahasa. Ia mengatakan bahwa Ubaya mengajak beberapa komponen mahasiswa untuk turut serta meramaikan Tahun Baru China 2570 berlambang Babi Tanah.

“Semua dekorasi dan hiasan Tahun Baru China didominasi oleh warna merah dan emas. Masyarakat Tiongkok dulu percaya jika warna merah dapat mengusir roh jahat sehingga saat ini warna merah melambangkan keberuntungan dan kesuksesan. Warna emas pengganti warna kuning identik dengan warna Kaisar yang memberikan makna kejayaan dan keberuntungan,” ujar Dewi.

Selain hias dekorasi babi dari tanah liat, mahasiswa asing dapat mengetahui beberapa pernak-pernik jelang Tahun Baru China, antara lain pohon angpao yaitu pohon yang dipenuhi dengan uang dalam kemasan merah sebagai hadiah dari keluarga. Selain itu, ada tulisan Gong Xi Fa Cai, koin emas, replika pakaian tradisional warga Tionghoa dan lainnya. Mahasiswa Ubaya yang terlibat dalam kegiatan ini mengaku antusias untuk membuat kreasi bernuansa Imlek.

“Setiap tahunnya saya merayakan Tahun Baru China, tapi belum pernah membuat kreasi apapun. Normalnya hanya kumpul keluarga dan menungguangpao. Kali ini buat sesuatu yang beda dengan mahasiswa asing, saya sangat senang,” jelas Fiona Clarissa, salah satu mahasiswa Universitas Surabaya yang ikut berkontribusi dalam acara tersebut.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana