Jelang Imlek, Warga Keturunan Tionghoa Bersihkan Arca Kuno Kelenteng

Suasana kelenteng Hong San Ko Tee menjelang hari raya Imlek tanggal 5 Februari mendatang. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA–SUREPLUS: Umat Tridharma Kelenteng Hong San Ko Tee, Surabaya mulai terlihat sibuk beraktivitas di tempat ibadah mereka. Bukan untuk sembahyang, kali ini mereka mengeluarkan beberapa patung dan peralatan sembahyang di dalam kelenteng untuk dibersihkan. Kegiatan ini, merupakan salah satu kerja bakti sosial yang ada setiap tahunnya.

“Menjelang imlek, biasanya selalu ada relawan yang bantu-bantu bersihkan semua yang ada di klenteng ini. Ya contohnya kaya hari ini, pagi tadi mulai jam 7 saja sudah ada yang datang 10 orang lebih,” ungkap Erwina Tedjaseputra, pengurus harian klenteng Hong San Ko Tee saat ditemui reporter Sureplus.id, Kamis (31/1/2019).

Dalam sepekan lagi, tahun baru Imlek 2570 datang. Hal ini menandakan sudah semakin dekat untuk mempersiapkan penyambutan datangnya tahun babi tanah, dalam penanggalan China tersebut dengan meriah. Bagi warga etnis Tionghoa di Surabaya, itu artinya sudah saatnya mereka membersihkan tempat ibadah beserta isinya.

Puluhan warga bahu-membahu membersihkan hampir seluruh sudut kelenteng, mulai dari pintu, arca dewa-dewa, altar, peralatan sembahyang, hingga singgahsana di tengah kelenteng dibersihkan.

Erwina mengungkapkan, salah satu arca yakni patung tuan rumah Kelenteng Hong San Ko Tee yang sudah berusia 200 tahun lebih, merupakan arca utama di klenteng tersebut. Dalam perawatan, ia basanya menggunakan air teh dengan lap bersih untuk kemudian diberi bunga. Perawatan ini harus dilakukan dengan ekstra hati-hati lantaran patung tersebut sudah berusia ratusan tahun.

“Ada juga yang menggunakan semprotan angina untuk membersihkan beberapa sudut kelenteng yang sulit dijangkau. Sebagaian lagi terlihat kelihatan hati-hati mengeluarkan arca para dewa. Mereka kemudian membersihkan semua arca dengan menggunakan kain basah dan air teh tawar serta taburan bunga mawar,” ujar Erwina.

Erwina menambahkan, bersih-bersih kelenteng seperti ini dilakukan bertujuan untuk menghormati dewa-dewi yang menempati rumpang ini, Yang dilakukan setahun sekali mendekati perayaan imlek.

Salah satu pengunjung, Robert Sikananggi mengungkapkan bahwa ia beserta keluarga setiap tahun selalu ikut kerja bakti di klenteng tersebut. Ia mengakui, kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi dalam keluarganya untuk ikut berkontribusi menjelang ibadah hari raya imlek.

“Kita kerja bakti pun juga pasti dibantu sama keluarga lainnya. Jadi selain kami bersih-bersih, kami juga berkenalan dengan keluarga-keluarga lain di klenteng ini. Dan syukur, dari sinilah saya mendapatkan banyak sekali teman, relasi kerja dan suasana khas imlek yang selalu saya dan keluarga nantikan,” ungkap Robert. [DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana