Empat Departemen ITS Siap Diakreditasi AUN-QA di Awal Tahun 2019

Kepala Penjaminan Mutu (KPM) ITS, Aulia Siti Aisjah MT. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Awal tahun 2019 ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sudah ada 12 program studi sarjana di 12 departemen di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berhasil menyabet akreditasi dari ASEAN University Network – Quality Assurance (AUN-QA). Januari ini, ada empat lagi program studi sarjana dari empat departemen lainnya yang akan menyusul untuk diakreditasi, yakni Departemen Matematika, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Departemen Teknik Fisika, dan Departemen Teknik Sistem Perkapalan.

“Ada beberapa tahapan dari proses sertifikasi AUN-QA tersebut. Tahapannya adalah dari persiapan, pengumpulan dokumen SAR (Self-Assessment Report), site visit oleh para asesor, penilaian, dan pengumuman akhir untuk menentukan layak tidaknya mendapatkan sertifikasi,” ungkap Kepala Penjaminan Mutu (KPM) ITS, Aulia Siti Aisjah MT saat ditemui reporter Sureplus.id di kantornya, Senin (28/1/2019).

Rencananya, site visit keempat departemen tersebut oleh asesor AUN-QA akan dilaksanakan pada 30 Januari – 1 Februari 2019 mendatang. Dalam hal ini, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) ITS berperan sebagai unit yang berwenang memfasilitasi masing-masing departemen untuk mendapatkan sertifikasi.

Aulia mengungkapkan, persiapan pembuatan dokumen SAR adalah tahapan yang paling memakan banyak waktu. Hal tersebut lantaran, ada 11 kriteria yang meliputi Expected Learning Outcomes, Programme Specification, Programme Structure and Content, Teaching and Learning Approach dan Student Assessment.

“Selain itu, ada pula penilaian mengenai Academic Staff Quality, Support Staff Quality, Student Quality and Support, Facilities and Infrastructure, Quality Enhancement dan Output,” ujarnya.

Sebelas kriteria tersebut menyumbang total nilai 68 poin, dimana bobot terbesar dimiliki oleh Academic Staff Quality, disusul Output, Student Assessment, serta Program Structure and Content. Pemilihan empat departemen itu diakreditasi pada awal tahun ini bukanlah tanpa alasan. Aulia menjelaskan, penentuan departemen mana saja yang akan mendapatkan akreditasi AUN-QA adalah atas usulan masing-masing dekan.

Kendati demikian, departemen lain pun sedang dipersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi AUN-QA ini. Sehingga, di periode selanjutnya akan disusul oleh empat departemen lain yakni Departemen Arsitektur, Departemen Biologi, Departemen Teknik Material, dan Departemen Teknik Geomatika.

Untuk sertifikasi AUN-QA tentu saja menambah keuntungan bagi lulusan ITS. Hal tersebut diklaim supaya nantinya dapat mencari kerja dengan mudah di kawasan Asia Tenggara. Maka dari itu, simulasi jauh-jauh hari yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidika dengan dibantu Direktorat Hubungan Internasional ITS.

“Setiap departemen juga membenahi segala aspek dari mulai akademik hingga sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar. Fasilitas dan layanan umum juga tidak luput dari penilaian. Walau fasilitas umum di ITS sudah dinilai saat visitasi departemen yang sudah disertifikasi beberapa tahun lalu, namun tentu harus ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya,” tegas Aulia.

Pada site visit nanti, penilaian akan dilakukan di masing-masing departemen yang diuji oleh dua orang profesor berkompeten sesuai bidang keilmuan yang diajukan. Para penguji datang dari Thailand, Malaysia, Vietnam dan Filipina.

Setelah site visit, imbuh Aulia, nilai akan keluar setelah satu bulan kemudian. Jika nilainya di bawah 4 dari skala 1-7, maka departemen yang bersangkutan tidak akan mendapat sertifikasi AUN-QA. Sebaliknya, departemen dinyatakan akan mendapat sertifikasi jika nilai di atas atau sama dengan empat.

“Alhamdulillah dari 12 (departemen) yang diajukan sebelumnya, semuanya mendapatkan sertifikasi dengan nilai yang cukup memuaskan,” tutup Aulia.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana