Disparta Surabaya Ajak Warga Maksimalkan Kawasan Cagar Budaya Kembang Jepun

Sosialisasi Pembenahan Kawasan Kota Lama yang diselenggarakan Disparta bersama Bappeko Kota Surabaya dalam rangka membenahi kawasan beserta gedung cagar budaya di sepanjang jalan Kembang Jepun, Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya menggelar acara Sosialisasi Pembenahan Kawasan Kota Lama Jl. Kembang Jepun dan Jl. Karet. Menggandeng Badan Perencaan Pembangunan Kota (Bappeko), perangkat kota Surabaya ini mengajak warga Jalan Kembang Jepun untuk membenahi kawasan cagar budaya, yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama warga sekitar.

“Sesuai dengan UU RI No 11 tahun 2010 mengenai cagar budaya. Kami mengajak warga Kembang Jepun untuk membenahi adminstrasi serta tatanan kawasan. Bagi pemilik atau yang memiliki kuasa pada gedung cagar budaya agar segera melapor apabila merencanakan suatu perubahan,” ungkap Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, saat memaparkan rencana di Gedung Radar Surabaya, Senin (28/1/2019).

Antiek menjelaskan, pemerintah kota berkeinginan agar cagar budaya yang menjadi salah satu ikon kota Surabaya dapat meraih kembali masa jayanya. Dalam hal ini, beberapa langkah yang akan ditempuh yakni pemabaharuan warna gedung cagar budaya, perbaikan fasilitas dan mengembangkan potensi wisata di kawasan tersebut.

Pembaharuan ini juga sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) no 5 tahun 2005, tentang pelestarian bangunan atau lingkungan cagar budaya. Dalam paparannya, ia juga menjelaskan setiap orang yang memiliki atau menguasai gedung cagar budaya wajib mengurus izin pada Disparta, paling lama 30 hari sejak diketahuinya.

“Disamping itu, apabila cagar budaya mengalami kerusakan, hilang, ataupun musnah wajib melaporkan kepada instansi yang berwenang di bidang Kebudayaan, Kepolisian Negara Republik Indonesia serta instansi terkait,” ujar Antiek.

Pemilik cagar budaya juga mendapatkan beberapa hak. Yakni, memperoleh kompensasi apabila telah melaksanakan kewajibannya melindungi cagar budaya. Kedua, pemilik cagar budaya berhak memperoleh jaminan hukum berupa surat keterangan status cagar budaya, dan surat keterangan kepemilikan berdasarkan bukti yang sah.

Ada tiga tipe bangunan dalam kawasan cagar budaya. Ada bangunan pecinan, bangunan kolonial, dan bangunan modern. Jumlah total seluruhnya yakni ada 140 bangunan cagar budaya. Antiek berdalih, pembenahan ini rencananya akan dimulai pada minggu ini. Ia mengimbau pada warga Kembang Jepun untuk segera mengurus izin administrasi.

“Karena itu, Disparta meminta dukungan dari masyarakat juga agar pembenahan bisa cepat terselesaikan dan menghidupkan kembali cagar budaya di kawasan Kembang Jepun sesegera mungkin,” tutup Antiek.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana