Angka Impor Komoditas Migas Jawa Timur Berhasil Turun Pada Desember 2018

Ilustrasi penambangan migas. FOTO: KEMENKEU.GO.ID

SURABAYA-SUREPLUS: Setelah mengalami kenaikan pada bulan lalu, Desember 2018 ini angka impor daerah Jawa Timur kembali menurun sebanyak 6,61 persen. Kondisi ini ditunjukkan oleh kinerja impor komoditas migas yang turun lebih besar ketimbang kenaikan impor non migas.

“Sejauh ini, khusus untuk migas bulan Desember 2018 Jawa Timur mengalami penurunan 38,61 persen. Dari 621,36 juta dollar AS menjadi 381,47 dollar AS,” ungkap Teguh Pramono, Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, saat di konfirmasi reporter Sureplus.id di Gedung BPS Jaim, Jumat (25/1/2019).

Teguh mengatakan, impor migas telah menyumbang sebanyak 17,67 persen dari total impor Desember 2018. Berdasarkan data year on year, penurunan terdeteksi sebanyak 16,61 persen dibandingkan Desember 2017.

Komoditas impor dengan nilai tertinggi pada bulan Desember 2018 ini, yakni bahan bakar motor tanpa timbal dari RON sebanyak 128,11 juta dolar AS. Peringkat kedua, ditempati oleh komoditas bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON 90 dan lebih tetapi di bawah RON 97 dengan nilai impor sebesar 77,83 juta dollar AS. Peringkat ketiga adalah hasil ekstraksi minyak kacang kedelai lainnya dengan nilai impor sebesar 75,60 juta dollar AS.

“Kondensat merupakan komoditas yang mengalami penurunan impor paling tinggi pada Desember dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu menjadi sebesar 39,08 juta dollar AS setelah bulan sebelumnya mencapai 99,01 juta dolar AS, atau mengalami penurunan 60,53 persen,” ujar Teguh.

Komoditas terbesar impor, bahan bakar motor tanpa timbal dari RON, mempunyai peranan sebesar 5,93 persen dari total impor Jawa Timur di bulan ini. Bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON 90 dan lebih tetapi di bawah RON 97 memberikan kontribusi impor sebesar 3,60 persen.

“Bahan bakar tanpa timbal RON dua-duanya diimpor dari Singapura. Dan untuk yang ekstraksi kacang kedelai itu dari Brazil,” tutup Teguh.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana