Tanjung Perak Kembali Menjadi Tuan Rumah INAP Guna Sinergisitas Antar Pelabuhan

Acara International Network of Affiliated Ports, yang diadakan di Hotel Sheraton, Surabaya, Kamis (24/1/2019). Surabaya telah menjadi tuan rumah kali keempat setelah tahun 1999,2006 dan 2012. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dibawah kelola Pelindo III, kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi tahunan organisasi jaringan pelabuhan International Network of Affiliated Ports (INAP). Ini merupakan kali ke-empat Surabaya menjadi tuan rumah setelah tahun 1999, 2006 dan 2012,

“INAP merupakan jaringan afiliasi yang mempertemukan beberapa pelabuhan di Asia dan Afrika, melalui jalinan kerja sama yang intens,” ungkap CEO Pelindo III Regional Jawa Timur, Onny Djayus saat konferensi pers di hotel Sheraton Surabaya, Kamis (24/1/2019).

Djayus mengungkapkan, konferensi ini diselenggarakan dengan tujuan mempermudah jaringan bisnis distribusi barang antarpelabuhan yang telah menjadi anggota. Selain itu, pengembangan dalam teknologi, sistem handling dan standar pelayanan pelabuhan juga turut menjadi bagian dari kerjasama tersebut.

Dengan adanya perubahan strategi pengelolaan pelabuhan dan berkembangnya industri pelabuhan, bentuk dan tujuan kerjasama INAP juga harus menyesuaikan kebutuhan, sehingga memberikan manfaat yang tidak sedikit pada tiap anggotanya.

Selain pertemuan rutin dan konferensi, sebanyak 45 delegasi tersebut juga diundang untuk mengunjungi Terminal Teluk Lamong, sebagai salah satu terminal kebanggaan Indonesia. Tak luput juga, delegasi juga akan diundang ke Surabaya North Quay, salah satu destinasi wisata yang menjadi gerbang perekonomian inovasi dari pelabuhan Indonesia.

“Agar anggota INAP juga mengetahui pemanfaatan tata ruang di pelabuhan tidak hanya untuk aktivitas logistik, namun juga dapat dioptimalkan menjadi ruang publik bagi masyarakat,” ujar Djayus.

Selain itu, S.D Weerasinghe, Foreign Training Coordinator Officer Port of Colombo, Sri lanka mengatakan, pihak otoritas pelabuhan negara Sri Lanka menjelaskan tentang manfaat dari kerjasama dalam organisasi INAP. Salah satunya, yakni menjembatani kerjasama perdagangan di antara berbagai pelabuhan yang tergabung dalam INAP.

“Not only Tax and Tarrif Priviliges, but also INAP Technical Exchange Programs (ITEP) should be more emerged more intense,” ucap Weerasinghe.

Saat ini, INAP telah beranggotakan sebanyak 10 pelabuhan, yaitu Cebu Port, Subic Bay dan Davao Port dari Filipina, Chittagong Port dari Bangladesh, Colombo Port dari Srilanka, Dangjin Port dan Mokpo Network Terminal dari Korea, Kochi Prefectual Government dari Jepang, Qingdao Port dari Cina. Perwakilan dari Indonesia yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan ada Transnet Port Terminal dari Afrika Selatan.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana