Komunitas Ketimbang Ngemis Surabaya: “Bersedekah Itu Keren”

Komunitas Ketimbang Ngemis Surabaya, dedikasi elemen masyarakat yang turun ke lapangan membantu orang-orang lanjut usia, dan difabel yang memiliki semangat kerja dibandingkan mengemis di jalanan. FOTO: SURRPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Warga kurang mampu kerap kali menjadi polemik yang sulit teratasi di perkotaan. Berbagai elemen dari pemerintah dan masyarakat pun diterjunkan demi mengurangi angka kemiskinan. Komunitas Ketimbang Ngemis Surabaya, salah satu elemen masyarakat hadir di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi di kota pahlawan.

“Kami mengutamakan orang-orang kurang mampu, yang masih memiliki semangat dalam bekerja dibandingkan mengemis. Kami sangat mengapresiasi semangat mereka yang tidak mengambil jalan meminta-minta, di tengah di kesulitan mereka,” ungkap Eric Leon (26), ketua komunitas Ketimbang Ngemis Surabaya, saat ditemui di warung dekat rumahnya, Minggu (20/1/2019).

Eric mengatakan, komunitas ini merupakan kumpulan orang-orang muda yang memfokuskan diri mereka dalam bidang sosial. Dengan mengusung slogan Bersedekah Itu Keren, mereka muwujudkan cinta kasih kepada sesama melalui cara-cara inovatif. Dalam seleksi target, mereka cenderung memilih sasaran orang-orang dengan semangat kerja yang tinggi. Memberikan dukungan baik moril maupun materil kepada mereka, agar tidak turun ke jalan dan menadahkan tangan.

“Kami mengutamakan orang-orang lanjut usia yang masih semangat bekerja tanpa harus Ngemis. kedua, kami juga mengangkat kelompok Difabel yang teteap berkarya di tengah kekurangan mereka.” Ujar pemuda tersebut.

Uniknya komunitas yang biasa disebut KNS ini, sering mengunggah foto-foto inspiratif di sertai deskripsi ke halaman sosial media seperti Instagram, sebagai bentuk dukungan atas semangat orang-orang tersebut. Foto yang diunggah cukup beragam. Mulai dari orang-orang lansia masih giat bekerja, hingga anak kecil yang sudah bekerja menjual gorengan di pinggir jalan.

Disetiap deskripsi yang mereka sertakan pada setiap foto. Tak lupa mereka selalu mengajak followernya untuk sekedar membeli dagangan mereka atau meniru semangat mereka. Tidak berhenti disitu, mereka juga memberikan dorongan secara materil melalui pemberian sembako, klinik bersama, serta pemberian modal yang mereka agendakan secara berkala.

“Kami tidak memilih sembarang orang untuk dijadikan target. Harus jelas deskripsinya. Ini merupakan bentuk pertanggung jawaban kepada masyarakat yang telah mendonasikan uang mereka kepada kami,” jelas sosok yang akrab disapa Erik ini.

Komunitas Ketimbang Ngemis sendiri merupakan komunitas dari Yogyakarta yang telah merambah kota-kota besar di Indonesia. Di surabaya, komunitas ini baru terorganisir pada 23 September 2015. Namun diusia yang terbilang muda, KNS telah memiliki pengikut terbanyak di Instagram ketimbang regional lainnya

Ketimbang Ngemis Surabaya membagi diri mereka atas wilayah surabaya timur, surabaya barat, surabaya selatan, surabaya utara dan surabaya pusat. Di setiap wilayah tersebut memiliki Koordinator,  yang bertugas mencari target dan membuat deskripsi si target. Kemudian deskripsi tersebut disampaikan pada Meet up di minggu pertama dan ketiga tiap bulannya.

Tak ada sekretariat atau tempat berkumpul tetap. Komunitas ini biasa menghelat pertemuan di Taman Bungkul atau Taman Paliatif Surabaya. Tidak perlu syarat khusus untuk bergabung dengan komunitas ini. Di setiap pertemuan,

“Dalam komunitas kami siapa saja boleh bergabung. Sudah seharusnya, sesama manusia itu saling membantu tanpa harapan imbalan,” tutup Eric.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana