PDAM Surabaya Siapkan Koneksi Baru Sebagai Ganti Dampak Proyek Underpass Bundaran Satelit

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. FOTO: DOK/PDAM

SURABAYA-SUREPLUS: Pembangunan underpass bundaran Satelit Surabaya yang menghubungkan Jalan Mayjend Sungkono dengan Jalan HR. Muhammad terus dikebut. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya, sebagai salah satu badan usaha milk daerah (BUMD) Kota Surabaya terus berupaya untuk mempercepat selesainya pembangunan underpass tersebut.

“Langkah yang akan kami lakukan, yakni memotong pipa diameter 1.200 mili meter yang melintang dari restoran cepat saji Mc Donalds ke arah restoran Ikan Bakar Cianjur,” ungkap Nanang Widyatmoko, Manajer Senior Pemeliharaan Operasi PDAM Surabaya, saat dihubungi via ponsel, Sabtu (19/1/2019).

Nanang mengatakan, Pipa yang dipotong ini adalah pipa koneksi untuk kawasan Kupang Indah dan sekitarnya. Demi mempercepat proses pemotongan, pihak PDAM harus mematikan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang 1. Untuk pemotongan sendiri, menurut jadwal akan dilaksanakan hari ini mulai pukul delapan malam hingga hari minggu pukul tujuh.

Setelah pemotongan pipa ini selesai, kawasan Kupang Indah dan sekitarnya akan memperoleh distribusi air dari koneksi pipa yang baru di kawasan Jurang Indah. Nanang berdalih, koneksi ini telah lama disiapkan sehingga begitu selesai proses pemotongan, air dapat secara langsung di alirkan.

Sementara itu Manager Humas PDAM Surya Sembada, Agus Subagyo menjelaskan adanya pemotongan dan pemadaman IPAM KP1 tersebut, maka ada beberapa daerah yang aliran airnya mengecil bahkan tidak keluar. Daerah tersebut meliputi Wiyung, Graha Sunan Ampel, Gunung Sari, Lidah, Dian Istana, Bukit Darmo Golf, Putat Indah, Mayjen Sungkono, Bukit Mas, Kris Kencana, Pulosari Bukit, Wonokitri, Pakis, Dukuh Kupang, Romo Kalisari, Dukuh Gendong, Segoro Madu dan sekitarnya.

“Sebagai langkah antisipasi, kami telah menghimbau masyarakat didaerah yang bersangkutan sejak beberapa hari lalu. Kami juga telah melakukan sosialisasi untuk masyarakat, agar menampung air terlebih dahulu,” ungkap Agus.

Dirinya juga mengingatkan para pengguna dan masyarakat, jika ada petugas pengirim air tangki meminta sejumlah uang, agar langsung dilaporkan kepada pihak PDAM Surabaya melalui kanal pengaduan dan informasi yang telah disediakan.

“Setelah pekerjaan selesai, akan membuthkan waktu untuk proses normalisasi pendistribusian air ke pelanggan dengan IPAM KP 1,” tutup Agus.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana