Neraca Perdagangan Jawa Timur Defisit Hingga USD 629,24 Periode Desember 2018

Ilustrasi aktivitas ekspor impor di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DOK.

SURABAYA-SUREPLUS: Selama periode Desember 2018, neraca perdagangan Jawa Timur mengalami defisit sebesar USD 629,24. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik, Teguh Pramono. Defisit ini, masih disebabkan adanya selisih perdagangan yang negatif pada sektor migas maupun non migas, sehingga defisit terjadi secara agrerat.

“Sektor non migas mengalami defisit sebesar USD 287,78 juta, dan migas defisi sebanyak USD 321,46 juta,” ungkap Teguh Pramono saat dihubungi reporter Sureplus.id via ponsel, Sabtu (19/1/2019).

Teguh mengungkapkan, defisit di Jawa Timur telah terjadi sejak awal Januari 2018 lalu. Secara kumulatif, data Januari hingga Desember 2018 neraca perdagangan Jawa Timur masih mengalami defisit sebesar USD 5,35 miliar, yaitu sektor non migas mengalami defisit sebesar USD 1,60 miliar, dan sektor migas terjadi defisit hingga angka 3,74 miliar.

BPS Jatim mencatat, nilai ekspor Jawa Timur pada Desember 2018 mencapai USD 1,53 miliar, dengan rincian ekspor non migas USD 1,49 miliar dan migas ekspor migas USD 40,01 juta. Secara kumulatif, ekspor Jatim mulai Januari hingga Desember 2018 mencapai USD 20,39 miliar, naik 4,04 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya mencapai USD 19,6 miliar.

“Untuk komoditas yang terbesar selama 2018 ini, yaitu barang perhiasan/permata, kayu atau perabotan yang terbuat dari kayu, lemak dan minyak hewan dan ikan serta udang,” ujar Teguh.

Kendati demikian, ekspor non migas ini masih didominasi oleh tiga negara besar. Yang pertama yakni Amerika Serikat yang mencapai USD 228,93 juta. Disusul oleh Jepang dan Tiongkok, yang berturut-turut mencapai USD 184,36 juta dan USD 169,78 juta.

Sementara nilai impor jawa Timur pada Desember 2018, mencapai USD 2,16 miliar. Secara kumulatif impor Jatim periode Januari – Desember 2018 mencapai USD 25,73 miliar (naik 16,35 persen) dibanding periode 2017 yang mencapai USD 22,12 miliar.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana