Anak Asuh Tri Rismaharini Mulai Merasakan Bangku Pendidikan

Kepala UPTD Kampung Anak Negeri, Erni Lutfiyah meggendong anak asuh Wali Kota Surabaya, Fikri Dwi Firmansyah saat berada di kampung anak negeri. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Pengamen cilik yang diasuh oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini telah memasuki sekolah dasar. Fikri Dwi Firmansyah (7) namanya, bocah kecil ini telah didaftarkan di Sekolah Dasar (SD) Kedung Baruk 1 Kota Surabaya dan duduk di bangku kelas 1.

“Fikri sudah mulai, masuk kelas 1 di SD Kedung Baruk 1. Tapi fikri tidak langsung disekolahkan begitu saja. Masih ada tahap administrasi, dan persetujuan dari orang tuanya. Soalnya berkas-berkas Fikri masih dipegang ibunya,” kata Erni Lutfiyah, Kepala UPTD Kampung Anak Negeri, saat ditemui reporter Sureplus.id di Kampung Anak Negeri, Rabu (16/1/2019).

Erni mengatakan, Fikri juga pernah bersekolah di SD Sawahan selama 2 bulan. Namun, Erni mengatakan, jika anak asuh Risma ini tidak dapat meneruskan kembali sekolah tersebut, lantaran pada waktu itu ia dibawah pengasuhan pamannya.

Menurut Erni, untuk perkembangan dari psikologisnya FIkri masih belum terlihat. Hal tersebut lantaran Fikri masih tergolong anak-anak, yang belum terlihat secara penuh psikologisnya.

“Kalau masih usia Fikri, umurnya  main-main, makan, nangis. Kalau psikisnya aman,  tidak ada indikasi ketakutan atau trauma juga. Anak itu kan normal tidak sakit jadi ya biasa saja, merasa tidak bermasalah,” ujarnya..

Dalam kesehariannya, Fikri termasuk anak yang aktif dan mudah membaur. Hal ini terbukti saat pertama kali anak asuh Wali Kota Surabaya dipindah, dengan rasa yang tak canggung Fikri langsung aktif dan akrab dengan anak-anak lain seusianya..

Sementara itu, Fikri sendiri mengatakan, jika lebih senang tinggal di kampung anak negeri ketimbang di jalanan bersama pamannya. “Kalau di jalan, merantau  sama pakde. Di sini enak bisa mainan, senang main drum sama kentrung,” ucap Fikri.

Beberapa hari yang lalu, ibu Fikri mengunjungi anaknya tersebut ke kampung anak negeri untuk melihat keadaan anaknya. Hal ini disampaikan oleh Kepala  Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A),  Chadra Oratmaung.

“Kami melakukan pencarian keluarganya cukup lama, karena ibunya sudah pindah dari tempat tinggal yang lama,” tambahnya.

Chadra mengakui, Pemkot Surabaya menemukan keluarganya melalui guru dari sekolah kakaknya. Setelah itu, pihak sekolah membantu pemkot dengan memanggil wali murid ke sekolah. Setelah pertemuannya, pihak keluarga menyerahkan sementara Fikri ke Pemkot Surabaya dengan alasan kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil.

“Meskipun pihak keluarga meminta kembali Fikri, harus meminta ijin langsung ke bu Wali. Karena Fikri sudah dijadikan anak asuhnya,” tambahnya.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana