Mahasiswi Surabaya Sulap Limbah Plastik Menjadi Media Alternatif Pembelajaran Matematika

Media alternatif pembelajaran matematika, yang diciptakan oleh empat mahasiswi prodi matemtika Universitas Muhammadiyah Surabaya, yakni Salsabila, Andriani, Andista dan Hani. Inovasi ini, merupakan terobosan yang rencananya akan membuat anak-anak SD betah dalam belajar matematika. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Mahasiswi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya prodi matematika berhasil menciptakan media belajar matematika yang unik. Media tersebut bernama Telur Perkalian (Luper), dibuat oleh Salsabila Faidah, Andriani Setyawati, Andista Mayangsurya dan Zul Hanifah Suwarno, dan  dipamerkan dalam acara kuliah umum bertemakan “Implementasi Literasi Matematika di Era Revolusi Industri 4.0,” di gedung At-Tauhid.

“Kami disini menanamkan konsep perkalian, yang diterapkan dari 1 hingga 10 untuk anak SD kelas 4 SD,” ungkap Andista, saat diwawancarai reporter Sureplus.id, Senin (14/1/2019).

Andista mengatakan, mereka awalnya hanya sekedari mengikuti lomba untuk media inovasi untuk diterapkan dilingkungan masyarakat. Dari sanalah mereka mempunyai ide untuk mengambil konsep telur perkalian ini, yang dirancang khusus untuk anak-anak kelas 4 SD dan anak penyandang difabel.

Media ini juga dapat dikatakan sarana untuk belajar dan bermain. Hal tersebut, lantaran media yang terbuat dari limbah plastik botol ini dibentuk model ayam yang berbaris berjumlah seratus buah, denga tulisan angka di samping dan atasnya. Cara kerjanya, yakni dengan menekan ayam yang menjadi bahan perkalian,untuk menjatuhkan telur yang memuat angka perkalian dan penjumlahan.

Peragaannya pun di contohkan oleh keempat mahasiswi ini dengan contoh angka 2 dan 4. Andriani menghitung secara manual titik pertemuan antara dua dan empat pada media tersebut. Setelah ditemukan, ia  menekan ayam tersebut, hingga mengeluarkan telur yang bertuliskan angka 6 berwarna biru untuk hasil penambahan, dan angka 8 berwarna merah dibagian belakangnya sebagai hasil perkalian.

“Dengan adanya media ini, siswa tidak hanya sekedar menghafal hasil penjumlahan dan perkalian, tetapi akan lebih senang untuk belajar matematika,” ujar Andista.

Media pembelajaran ini, rencananya akan disosialisasikan pada masyarakat setelah mendapatkan beberapa revisi dan pembaharuan dalam inovasinya. Kaprodi matematika UM Surabaya, Endang Suprapti menegaskan bahwa mahasiswa dan mahasiswi prodi matematika UM Surabaya didorong agar selalu menampilkan inovasi, sebagai bukti kontribusi mereka pada masyarakat khususnya yang masih duduk di bangku pendidikan.

“Mereka kita bimbing dari sudah sejak lama. Acara kuliah umum ini, merupakan awal usaha mereka dalam mengimplementasikan literasi matematika dalam kehidupan sehari-hari. Jadi mereka tidak hanya cerdas didalam, namun mereka mempunyai kontribusi sendiri dalam mencerdaskan anak-anak diluar sana,” tutup Endang.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana