Sentra Ikan Bulak Sepi Pembeli

SIB Dinilai Masih Belum Beroperasi Secara Penuh

Kegiatan transaksi di Sentra Ikan Bulak (SIB) Kenjeran, Surabaya. SIB merupakan fasilitas yang dibangun Pemkot Surabaya, namun masih belum beroperasi secara penuh 100 persen, lantaran banyaknya pedagang ikan yang berjualan di luar SIB. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Pedagang ikan di Sentra Ikan Bulak (SIB) Kenjeran mengklaim bahwa tempat perdagangan ikan tersebut masih belum beroperasi secara penuh. Hal tersebut dikarenakan masih sepinya pembeli dan minimnya pendapatan yang dirasakan mereka.

“Saya sudah di SIB selama hampir enam tahun. Dari tahun kemarin pun itu masih sepi karena kebanyakan masih berjualan di pinggir jalan,” ungkap Arsita Kurniawati, salah seorang pedagang ikan di SIB, saat ditemui reporter Sureplus.id, Sabtu (12/01/2019).

Arsita mengklaim, para pedagang masih banyak yang mengasapkan ikan di SIB, namun penjualan dilakukan di pinggir jalan maupun di kampung-kampung. Hingga kini hanya ada sekitar 10 orang pedagang yang berjualan di SIB. Dirinya mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus lebih mengedepankan ketegasan untuk semua pedagang. Hal tersebut, lantaran tempat yang sudah disediakan khusus untuk pedagang ikan di Kenjeran itu tidak dimanfaatkan selayaknya.

Namun, pedagang yang tidak berjualan di SIB pun bukan tanpa alasan. Arsita berkata, beberapa rekan pedagangnya banyak memilih untuk berjualan di pinggir jalan maupun di dalam kampung, lantaran penghasilan mereka bisa lebih besar daripada harus berjualan di SIB.

Arsita sendiri di kiosnya menjualkan ikan patin, pari, kakap dan dorang. Dalam sehari, ia dapat menjual ikan hanya sampai 80 kg hingga 100 kg. Ikan dagangannya tersebut ada yang didapat dari luar kota dan sebagian didapatkan dari nelayan Kenjeran. “Cuma kalau dari Kenjeran sendiri jarang. Soalnya kadang sesekali dapat banyak, tapi bisa saja hanya dapat 2 kg sampai 3 kg,” katanya.

Di tempat yang berbeda, reporter Sureplus juga menemui pedagang yang berjualan di pinggir jalan, Diana Septiani. Dirinya berdalih, bahwa berjualan di pinggir jalan memang mendapatkan keuntungan di atas Rp 5 juta perbulannya, bila dibandingkan dengan berjualan di SIB.

“Ya saya berjualan di sini juga karena solusi dari Pemkot pun saya rasa masih kurang. Masak orang-orang kampung di sekitar sini harus jauh-jauh ke SIB untuk beli ikan, kan kasihan juga,” ungkap Diana.

Senada dengan Arsita, Diana pun juga mengatakan bahwa tidak hanya satu atau dua pedagang saja yang membandel. Namun, menurut Diana saat karena kondisi jalanan di jalan Kenjeran sudah rapi, para pedagang juga tidak lagi sembarangan dalam berjualan meskipun di pinggiran jalan. “Ya karena jalan juga sudah dibenahi, makannya pedagang di sini pun juga jaga etika kalaupun berjualan,” tutup Diana. (DEWID WIRATAMA/AZT)

Editor: Aziz Tri P