Humas KBS Ungkapkan Kecintaannya Kepada Flora dan Fauna dengan Melestarikannya

Humas KBS Ungkapkan Kecintaannya Kepada Flora dan Fauna dengan Melestarikannya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Kecintaan akan flora dan fauna bukanlah sesuatu yang banyak orang minati. Namun, diantara sekian banyaknya manusia di Surabaya, hadir seorang wanita, dengan kerinduannya untuk selalu menjaga dan melestarikan tumbuhan dan hewan. Wini Hustiani namanya, perempuan kelahiran asli Surabaya yang kini menjadi Kasi Humas KBS.

Disela-sela kesibukan pekerjaannya di area wahana gajah, perempuan yang lekat dipanggil Wini ini menceritakan lika-liku perjalanan karirnya kepada reporter Sureplus.id, Jumat (11/1/2019).

“Ini sangat jauh sekali dengan kehidupan saya semasa kecil dulu. Saya mencari terus menggalih apa kesukaan dalam diri saya. Saat itu saya selalu mendengarkan saya melihat tanyangan televisi untuk menelusuri jati diri,” ungkapnya saat ditanya mengenai cita-cita.

Wini kecil, cenderung pendiam dan tidak suka berkomunikasi dengan orang banyak. Tapi begitu memasuki dunia remaja, tepatnya saat bergelut di dunia marching band, saat ia masih menduduki bangku SMP hingga lulus kuliah pada 1998. Ia mulai merasakan keresahan passion dalam hidupnya.

Batinnya pun bergejolak, indra komunikasi intra personalnya mulai sedikit merasakan jati diri seorang Wini. Dikala menginjak usia remaja, akhirnya mencoba belajar memberanikan diri untuk berkomunikasi dengan banyak orang.

“Dari situ, oh ternyata passion saya disini. Ternyata saya nyaman di dunia entertaiment,” ucap perempuan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Negara (UPN) Veteran Surabaya ini.

Bahkan ia tak membayangkan jika dirinya bisa terjun di dunia parawisata. Karena Wini mengaku jika dirinya bukan tipe orang yang berani berbicara di depan umum,
Dengan realita dan hidup seperti itu, Wini jadi teringat suatu perkataan dari para pepatah. Yakni dibalik figur seseorang, sebetulnya seseorang itu tidak pernah tahu sejatinya profil figur tersebut.

“Saya dulu membayangkan, nanti saya menjadi ekonom dan menjadi konsultan. Jadi saya membayangkan saya ingin menjadi seorang guru saja sih mengajar gitu,” cerita Wini.

Ketika ia sudah masuk KBS, Wini diberi kesempatan untuk sekolah presenter dan mengikuti pelatihan nasional bersama stakeholder pemerintahan di seluruh Indonesia pada 2008 silam. Pada saat itu dirinya berhasil membawa KBS meraih juara kedua. Padahal lawannya yang lain juga tidak bisa dibilang rendah kualitasnya.

“Yang dikirim KBS ada tiga orang, tapi saya yang berhasil mendapatkan juara kedua dari pelatihan tingkat nasional tersebut. Saya sangat tidak menyangka, karena jam terbang saya tidak sebanyak lawan-lawan saya,” tambahnya.

Dengan capaian prestasi yang ia dapat, Wini bersyukur, karena dibalik setiap manusia terkadang manusia tersebut, termasuk dirinya tidak pernah tahu anugerah yang diberikan Tuhan kepada seorang Wini. Sehingga, akhirnya ia bisa menemukan jati dirinya sebagai individu yang bergelut di dunia hiburan seperti sekarang ini.

Maka dari itu ia selalu berfikiran, jika dirinya harus membagikan ilmunya ke setiap orang yang sedang membutuhkan. “Saya berharap apa yang saya kerjakan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wini.

Wini juga mengisahkan sedikit cerita mengenai dunia binatang. Baginya, dunia binatang itu luar biasa. Ia menganggap hewan itu punya naluri yang sangat peka. “Mereka juga ingin didengarkan, diperhatikan, apalagi saat mereka sakit,” ceritanya.

Suatu ketika Wini pernah ditinggal oleh singa yang ia rawat di KBS. Saat itu singa tersebut berusia delapan tahun dan sedang sakit.

“Saat itu hati saya sangat terpanggil sekali. Singa tersebut akhirnya mati dan saya merasa sangat kehilangan sekali. Saya menganggap saat itu dia butuh manusia yang benar-benar mengerti dia. Ya saha melihatnya dunia hewan itu seperti itu,”ungkapnya sembari tersenyum kecil..

Meski begitu, Wini juga merasakan suka duka bekerja di dunia pariwisata. Ia mengaku, dukanya ialah dirinya tidak bisa konsisten kumpul bersama keluarganya. Jadi setiap mau kumpul harus menyiapkan waktu khusus dan harus membagi waktu.

Sedari dulu Wini sadar, karena hal ini sudah menjadi konsekuensi sebuah pekerjaan yang ia pilih. Maka dari itu, ia sudah konitmen, sebelum nikah bahwa dunianya seperti ini.

“Tetapi saya tetap berusaha dalam setiap weekday dan setiap malam saya selalu berkumpul dengan keluarga dan anak-anak saya. Alhamdulilah keluarga saya bisa memahami dan suami saya memberikan support dan memberikan motovasi ke saya, agar saya tetap semangat,” tutup Wini.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana