Kadispendik Jatim Klarifikasi Tentang Majunya Jadwal Ujian Nasional

Simulasi UN berbasis komputer, yang akan dilaksanakan bulan Maret hingga Mei 2019. Kemajuan jadwal pelaksanaan UN ini dilatarbelakangi pilpres dan pileg serentak, yang akan diadakan pada 17 April 2019. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Majunya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa TImur. Hal tersebut, disebabkan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif pileg yang diselenggarakan serentak pada 17 April 2019.

“Waktu pelaksanaan UN 2019 sedikit bergeser ke depan dibandingkan pada 2018. Kalau UN pada 2018 dimulai bulan April, UN tahun ini akan dimulai pada Maret. Pergeseran ini karena menyesuaikan waktu puasa Ramadan yang diproyeksikan mulai 5 Mei 2019 serta dibarengi pelaksanaan Pilpres dan Pileg secara serentak,” ungkap Kepala Dinas Pemdidikan (Kadispendik) Jatim, Saiful Rahman saat diwawancarai reporter Sureplus.id, Kamis (10/1/2019).

Berdasarkan laporan Standar Operasional Pelakasanaan (SOP) dari Dispendik pusat, jadwal UN akan dilaksanakan pada jenjang SMK/MAK dan sederajat pada 25-28 Maret. Diikuti UN SMA/MA pada tanggal 1,2, 4, dan 8 April. Sedangkan UN Program Paket C/Ulya pada 12-16 April, kemudian UN SMP/MTs pada 22-25 April. Selain itu, pemerintah juga menjadwalkan UN Program Paket B/Wustha pada 10-13 Mei.

Mengenai kesiapan atas kemajuan jadwal UN, Saiful mengungkapkan jika pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan perubahan jadwal tersebut. Hal tersebut, lantaran ia meyakini jika sekolah-sekolah yang dinaungi oleh Dispendik Jatim sudah siap menghadapi hal itu.

Menurutnya jika UN dimajukan, tidak akan ada masalah serius karena sekolah di Jatim sudah siap dan sistemnya masih sama seperti yang dulu. Ia juga menegaskan Jatim lebih siap pelaksaan dari tahun-tahun kemarin. Saiful juga sudah berkoodinasi dengan cabang dinas (cabdin) terkait, karena cabdin bertugas untuk mengkoorsinasikan segala kondisi yang ada dilapangan.

“Cabdin juga sebagai tugas monitoring dari provinsi ke sekolah-masing. Dan tidaklah sulit untuk dalam pelaksanaannya, lantaran UN SMA SBMnya sudah menggunakan basis konputer dan smartphone,” tutup Saiful.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana