Gubernur Jatim Terpilih Janji Wujudkan Program Pendidikan di Daerah Rentan Kemiskinan

Saiful Rahman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur saat memberikan sambutan di acara Harmoni Untuk Prestasi. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur, di tahun kepemimpinan Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa merencanakan strategi dalam pengembangan di dunia pendidikan provinsi. Rencana tersebut, yakni merealisasikan progam yang diwacanakan oleh Khofifah terkait pengasuhan sekolah miskin SMA/SMK berbasis pesantren di masing-masing daerah yang rentan dengan kemiskinan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dispendik Jatim Saiful Rahman. Pria yang akrab disapa Saiful ini mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh dan berkontribusi dalam pewujudan rencana tersebut.

“Pengasuhan siswa itu progamnya Gubernur Jatim terpilih. Pengasuhan akan diberikan pada anak-anak kurang mampu di daerah-daerah yang rawan kemiskinan,” ungkapnya, saat ditemui reporter Sureplus.id di Gedung Dispendik Jatim, Kamis (10/1/2019).

Saiful menegaskan, pendidikan itu sangat berharga dan penting, menurutnya semua kalangan mempunyai hak atas pendidikannya termasuk anak-anak miskin. Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam sekolah pengasuhan tersebut akan disediakan juga berbagai fasilitas, yang bukan hanya berguna untuk belajar, melainkan juga untuk kelangsungan hidup anak.

“Dispendik Jatim juga berencana untuk membuatkan asrama, agar anak-anak miskin tersebut nyaman dalam menjalani masa pembelajaran. Jadi, paginya mereka sekolah. Setelah bersekolah mereka balik lagi ke asrama di asuh dengan pola pesantren.” ujar Saiful.

Meskipun belum sepenuhnya terealisasikan, namun Dispendik Jatim telah mengupayakan untuk membangun satu gedung di wilayah Sumenep. Saiful mengatakan jika pembangunan di Sumenep itu masih menjadi fokus utama dalam merealisasikan progam tersebut.

Gedung yang rencananya menghabiskan anggaran 1 miliar pada setiap tahunnya ini bisa memuat sekitar 500 siswa. Nantinya jika pembangunan tersebut sudah secara merata, pihaknya akan menambah pola pendidikan lebih seperti sekolah SMA/SMK dual track.

“Asrama itu bisa menampung hanya areal sekitarnya saja. Kalau beliau lebih spesifikan lagi, daerah rawan kemiskinan tersebut akan diberi beberapa pola seperti itu. Bangunan tersebut bisa menampung sekitar 500 siswa SMA/SMK. Yang jelas semua anak miskin haris disitu dan yang jelas semua persediaannya sudah disediakan semua,” kata Saiful.

Saiful berharap untuk kedepannya, akan lebih meningkatkan kualitas guru. Hal tersebut lantaran pada tahun 2018 lalu, kualitas guru masih rendah khususnya di Jawa Timur. Ia mengatakan jika pihak Dispendik Jatim tidak bisa secara langsung mendiklat 30 ribu guru SMA/SMK yang ada se Jatim. Tetapi Dispendik Jatim menyiasatinya dengan selalu menggunakan pola desiminasi.

Itu anggaran yg diberikan kita semata-mata untuk meningkatkan kualitas semuanya itu. Dan sekali lagi kita masihbpunya harapan untuk meningkatkan sarana dan prasarana maupun pengelolaan pendidikan di sekolah SMA SMK di Jatim,” tutup Saiful. [DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana