Software Expo 2019 Jadi Ajang Kreasi Teknologi

Mahasiswa Politeknik Elektronik Negeri Surabaya mengunjungi Software Expo 2019. Acara kali ini merupakan kali ke 9 PENS dalam rangka mencetak pemuda-pemudi inovator dalam menciptakan maupun mengembangkan teknologi dalam masyarakat. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Penerapan akan pengetahuan dalam development teknologi telah banyak berkembang di Indonesia. Seperti acara Software Expo, acara yang diadakan oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), dalam rangka menciptakan mahasiswa-mahasiswi yang mempunyai ide maupun terobosan terbaru dalam membangun sebuah inovasi teknologi.

“Berdasarkan evaluasi dari tahun lalu, kali ini kita melibatkan industri dari awal. Jadi mulai dari bulan pertama review kita sudah mengundang industri, sehingga masukan dari mereka kita bisa adaptasi,” ujar Umi Sa’adah, dosen prodi Teknik Informatika sekaligus ketua penyelenggara Software Expo, saat diwawancarai wartawan Sureplus.id di kantornya, Rabu (9/1/2019).

Ini merupakan kali ke 9 PENS mengadakan Software Expo. Acara ini, diikuti oleh 36 tim mahasiswa dari program studi D3 dan D4 Teknik informatika dan D4 teknik komputer. Masing masing tim akan memberikan satu inovasi software, dimana penilaian akan ditentukan dari beberapa sisi.

Umi mengungkapkan, dari evaluasi di tahun 2018 sebuah aplikasi software tidak bisa dinilai dengan standart yang sama, lantaran memiliki komponen yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penghargaan tahun ini akan diberikan pada beberapa kategori. Penghargaan tersebut dinilai dari sisi interface, teknologi coding, market packaging serta document dan teamwork.

“Secara institusi, mahasiswa kita dorong untuk selalu mengembangkan inovasi teknologi mereka. Setelah inipun ada yang memiliki passion untuk mengembangkan start up, ada juga yang diikutkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan lain sebagainya,” ujar Umi.

Software Expo 2019 ini terbagi menjadi empat topik, yakni topik e-commerce, learning application, IoT dan virtual reality. Umi mengatakan, ia menyesuaikan tema lomba dengan perkembangan teknologi di masyarakat, yang sedang banyak menggandrungi teknologi terutama gadget.

“Sehingga harapannya, aplikasi mereka yang telah jadi bukan hanya dari kacamata kampus maupun mahasiswa, namun juga dalam kacamata bisnis dan pengguna. Meskipun masih banyak keterbatasan, setidaknya mahasiswa bisa menjawab tuntutan keresahan dari para pengguna software saat ini,” tutup Umi.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana