Indeks Nilai Tukar Nelayan Jawa Timur Turun 0,87 Persen

ILUSTRASI: Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur mengalami penurunan hingga 0,87 persen. FOTO: SUREPLUS/DOK

SURABAYA-SUREPLUS: Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur mengalami penurunan hingga 0,87 persen. Pada bulan Desember 2018, tercatat NTN sebesar 126,08 yang mana angka pada bulan November 2018 sebesar 127,19. Penurunan ini, disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan (It) hanya sebesar 0,08 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar nelayan sebesar 0,96 persen.

“Dari data month to month, indeks harga yang diterima nelayan pada bulan Desember dibandingkan November 2018, naik sebesar 0,08 persen dari 170,41 menjadi 170,55,” ungkap Teguh Pramono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, saat ditemui di kantornya, Selasa (8/1/2019).

BPS menghimpun, terdapat sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan. Komoditas tersebut yakni Ikan Kuniran, Ikan Tenggiri, Rajungan, Ikan Peperek, Kepiting Laut, Ikan Kapasan, Ikan Bawal, Ikan Belanak, Ikan Cucut, dan Ikan Kurisi.

Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah Ikan Tongkol, Ikan Lemuru, Udang, Ikan Kakap, Ikan Cakalang, Ikan Teri, Ikan Layur, Ikan Kuwe, Cumi – cumi, dan Ikan Manyung.

Sementara itu, indeks harga nelayan pada bulan Desember dibanding November 2018 naik sebanyak 0,96 persen, dari 133,99 menjadi 135,27. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 1,51 persen dan indeks harga biaya produksi serta penambahan barang modal BPPBM naik sebesar 0,20 persen.

Teguh mengungkapkan, sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah Tomat Sayur, Bawang Merah, Telur Ayam Ras, Beras, Cabai Rawit, Jeruk, Ongkos Angkut, Jaring Insang, Cabai Merah, dan Ikan Mujair.

“Ada juga komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah Bawang putih, Salak, Minyak Goreng, Gula Pasir, Ikan Pindang Tongkol, Bayam, Ikan Ekor Kuning, Lada/Merica, Petai, dan Udang Laut,” tutup Teguh.

Teguh menambahkan, dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Desember 2018, terdapat dua provinsi yang mengalami kenaikan NTN dan empat provinsi yang mengalami penurunan NTN.

Kenaikan NTN terjadi di Provinsi Banten sebesar 0,51 persen dan Provinsi D.I. Yogyakarta sebesar 0,04 persen. Adapun provinsi yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,06 persen, Provinsi Jawa Timur sebesar 0,87 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 0,86 persen, dan Provinsi DKI Jakarta sebesar 0,55 persen.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana