Aset 500 Ekor Hasilkan 350 Butir Telur per Hari

Mohamad Taufik sedang memeriksa kondisi ayam petelur impor serta kebersihan kandang. FOTO: SUREPLUS/AGUS HIDAYAT

BANGKALAN-SUREPLUS: Butuh empat minggu bagi Mohamad Taufik (35) untuk menikmati hasil pertamanya beternak ayak petelur. Kini hari-harinya disibukkan dengan aktifitas mengumpulkan telur, memantau kondisi ayam, serta menjaga suhu dan kebersihan kandang.

Beternak ayam petelur bukanlah cita-cita bagi Taufik. Dirinya mengaku tertarik mengelola usaha ini setelah mendengar banyak cerita dan pengalaman dari sang teman yang lebih dulu menjalankan usaha yang sama. Keinginannya semakin kuat setelah ribuan telur terlihat secara kasat mata di kandang ayam petelur milik sang teman tiap harinya.

“Dari ribuan telur itu saya bisa membayangkan kalau usaha ini bernilai ekonomis tinggi serta menjanjikan. Apalagi telur menjadi lauk yang harus tersedia setiap hari. Ditambah lagi permintaan telur yang terus meningkat,” cetus Taufik yang menjalankan usahanya di Jalan Durian, Kampung Langgulang, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Berbekal modal pribadi, Taufik pun memberanikan diri berbisnis ayam petelur. Pada September 2018 ia memesan bibit ayam petelur impor pada sebuah perusahaan pembiakan di Malang. Dua bulan kemudian (November 2018), 500 bibit ayam petelur impor pesanan yang masih berusia 13 minggu datang.

“Sebelum memulai usaha, terlebih dulu saya harus mempersiapkan lahan untuk mendirikan kandang. Tinggi kandang sekitar dua meter di atas permukaan tanah, sedang ukuran kandang 19×4 meter. Setiap ayam ditempatkan dalam kurung. Di dalam kandang juga saya lengkapi dengan alat pengukur suhu, kipas angin, saluran air minum ayam dengan alat penyaring air ,” terang Taufik kepada Sureplus.id, Senin (7/1/2019).

Empat minggu kemudian, saat ayam petelur berumur 17 minggu, yang diharapkan akhirnya datang. Ratusan telur ayam ukuran kecil terlihat berjejer di kandang. Pemandangan inilah yang setiap hari terjadi, oleh karena ayam-ayam tersebut memproduksi telur sekali dalam sehari. Ratusan telur tersebut ia kumpulkan saat sore hari.

Model kandang yang dibuat Mohamad Taufik tergolong memenuhi standar untuk usaha beternak ayam petelur. FOTO: SUREPLUS/AGUS HIDAYAT

Kini ayam-ayam tersebut berumur 23 minggu. Seiring bertambahnya usia, tak hanya ukuran telur yang bertambah besar, tapi juga diikuti kualitas telur yang makin baik. Dikatakan Taufik, puncak produksi telur terjadi saat ayam petelur menginjak usia dua tahun. Setelah itu akan mengalami masa penurunan berproduksi, hingga akhirnya ayam-ayam tersebut harus dilepas ke pasaran menjadi ayam potong.

“Saat menurunnya produksi telur itulah saya harus berancang-ancang membeli bibit ayam potong kembali. Proses regenerasi mau tak mau harus dilakukan. Begitulah siklus yang terjadi pada mereka yang bergelut sebagai peternak ayam potong,” ujar ayah dari satu putri yang menggandeng dokter hewan sebagai tempat bertanya sekaligus pemantau usahanya.

Memang tak setiap ayam selalu bertelur. Dikatakan Taufik, jika dirata-rata telur yang dihasilkan antara 300 hingga 350 butir per harinya. Jumlah tersebut tergolong baik. Itu artinya proses pengembangbiakan dan perawatan yang lakukannya tergolong berhasil. Contoh telur bahkan telah diuji di laboratorium, dan didapatkan hasil dengan kualitas bagus atau super.

Lalu kemana ratusan telur tersebut didistribusikan? Selain untuk konsumsi pribadi tentu saja dijual. Sejauh ini masyarakat sekitar yang paling banyak membeli dan mengkonsumsi. Taufik mengaku tak ingin terburu-buru memasarkan telur dalam jumlah banyak ke pengepul, toko, atau restoran dikarenakan usaha yang dijalaninya tergolong baru. Ia pun menganggap masih banyak hal yang harus diketahui soal cara beternak ayam petelur.

Produktifitas telur yang dihasilkan tak lepas dari perawatan ayam dan kebersihan kandang. Pemberian makan ayam dilakukan dua kali sehari. Jenis makanan berupa campuran konsentrat, bekatul, dan jagung. Setelah tercampur kemudian dibagi dua, dengan perbandingan jumlah 60 persen untuk makan pagi dan 40 persen untuk makan sore.

“Pemberian vaksin juga dilakukan sekali dalam sebulan agar ayam petelur tak mudah terserang penyakit dalam, utamanya saluran pencernaan. Agar terhindar dari penyakit luar, ayam harus disemprot zat antibiotik. Zat yang sama (antibiotik) juga disemprotkan pada kandang secara keseluruhan, termasuk pula bagi peternak ataupun orang lain jika sewaktu-waktu masuk ke kandang,” pungkas Taufik. (AGUS HIDAYAT/DM)

Editor: Dony Maulana