Sensasi Rasa dan Aroma Kopi Jagung Lokal Tatochis 

Produk minuman kopi jagung Tatochis yang tersedia dalam dua jenis memanfaatkan sumber daya alam jagung lokal yang tumbuh subur di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura. FOTO: SUREPLUS/AGUS HIDAYAT

BANGKALAN-SUREPLUS: Selain menghadirkan produk penyegaran kripik jagung raksasa, brand Tatochis juga meluncurkan produk baru menyambut datangnya tahun 2019. Memanfaatkan sumber daya alam berupa jagung lokal, lahirlah produk minuman bernama kopi jagung.

“Tanaman jagung tergolong tumbuh subur di tanah kelahiran saya, Kecamatan Tragah. Saya pun tergerak untuk memanfaatkannya menjadi produk lokal yang diharapkan punya daya saing di pasaran. Bahan kopi jagung sangat sederhana, hanya campuran antara kopi dan jagung lokal,” ungkap Mohamad Dahri, pemilik brand Tatochis.

Kopi jagung olahan Tatochis terbagi dua jenis. Pertama, campuran kopi dan jagung dengan takaran yang sama. Setelah tercampur, warna kopi jagung terlihat coklat. Kedua, campuran dengan takaran jagung lebih banyak. Jika takaran kopi satu kilogram, maka takaran jagung dua setengah kilogram. Hasil percampuran terlihat berwarna coklat kehitaman.

Dari segi rasa jelas berbeda. Rasa jagung pada jenis pertama memang kurang mengena di lidah. Begitu pula dengan aroma jagung yang kurang tercium. Sebaliknya, pada jenis kedua, rasa jagung begitu terasa dan aroma jagung tercium tajam menusuk hidung.

“Jika ingin merasakan sensasi menikmati kopi jagung, jenis kedua menjadi pilihan yang tepat. Sejauh ini saya belum pernah mendengar, apalagi minum kopi dengan campuran jagung. Saya bahkan berani mengatakan kalau kopi jagung produksi Tatochis ini adalah yang pertama di Bangkalan,” tegas Dahri kepada Sureplus.id, Jumat (4/1/2019).

Produk kopi jagung turut pula dipasarkan pada gelaran Pasar Rakyat Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berlokasi di depan Stadion Gelora Bangkalan (29 Desember 2018 hingga 5 Januari 2019). Jika berminat, pengunjung bisa membawa pulang kopi jagung yang telah dikemas dalam plastik dengan berat isi 25 gram. Harga per kemasan murah, cukup dengan merogoh kocek Rp.1.500.

Tak disangka, pembeli pertama kopi jagung produksi Tatochis adalah salah seorang pejabat setempat. Adalah Drs. Mohammad Ismail yang membuat senyum Dahri mengembang seusai pembukaan acara Pasar Rakyat UKM (Sabtu, 29/12/2018). Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, dan Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan tersebut membawa pulang beberapa bungkus kopi jagung, yang jika ditotal beratnya lebih dari setengah kilogram.

“Selain melayani pembelian lewat online seperti halnya kripik singkong dan kripik jagung, ke depan saya ingin kopi jagung ini bisa dinikmati di sejumlah warung kopi serta warung lesehan yang ada di Bangkalan. Juga saya upayakan bisa dijual di toko-toko dengan kemasan yang menarik perhatian,” harap ayah dari satu putra ini.

Lewat sumber daya alam yang ada, Dahri bertekad ingin memajukan tanah kelahirannya di Dusun Babadan, Desa Soket Dajah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura, lewat inovasi produk makanan dan minuman. “Sebagai pelaku usaha, saya akan terus bereksperimen agar bisa menghasilkan produk baru yang digemari masyarakat. Setelah kopi jagung, akan ada lagi yang baru. Apa itu? Tunggu saja tanggal mainnya,” ujar Dahri sebagai penutup. (AGUS HIDAYAT/DM)