Pergantian Tahun Diawali Lonjakan Inflasi

Teguh Pramono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, saat memberikan laporan tahunan di Gedung BPS. Ia menjelaskan laporan mengenai lonjakan inflasi yang terjadi di daerah Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Kenaikan Inflasi kembali terjadi di bulan Desember 2018 sebanyak 0,60 persen. Kenaikan inflasi ini, disebabkan adanya peningkatan harga mayoritas dari komoditas yang dipantau oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. Peningkatan harga tersebut terjadi di delapan kota di Jawa Timur.

“Pada bulan Desember 2018, Inflasi naik sebesar 0,60 persen. Yang tertinggi terjadi di kota Probolinggo, mencapai angka 0,72 persen. Sedangkan, untuk yang terendah terjadi di Madiun yang mencapai 0,25 persen,” ungkap Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono saat ditemui di Gedung BPS Jatim, Kamis (3/1/2018)

Namun, lonjakan inflasi Desember 2018 ini tidak terlalu naik signifikan bila dibandingkan dengan Desember 2017 lalu, yang angka kenaikan inflasinya mencapai 0,70 persen. Hal ini dipicu oleh naiknya beberapa kebutuhan pokok menjelang natal dan tahun baru 2018. Selain itu, periode libur sekolah dan cuti bersama turut menyumbang kenaikan inflasi, khususnya di bidang transportasi.

Kenaikan inflasi, terutama berasal dari bahan makanan yang menyumbang angka peningkatan sebesar 1,91 persen. Komoditas dominan yang memberikan andil inflasi, yaitu telur ayam ras sebesar 0,14 persen, daging ayam ras sebesar 0,05 persen, dan bawang merah sebesar 0,04 persen.

“Jadi, total keseluruhan inflasi pada kelompok bahan makanan Desember 2018, dengan sumbangsih sebesar 0,38 persen. Yang memberikan deflasi hanya bawang putih, sebesar 0,02 persen,” ujar Teguh.

Selain inflasi pada bahan makanan, peringkat kedua pada peningkatan inflasi terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan. Berdasarkan data bulan ke bulan, kelompok ini pada bulan Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,93 persen dibandingkan November 2018.

Pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang memiliki empat subkelompok ini, kenaikan inflasi terjadi pada subkelompok transport sebesar 1,42 persen dan subkelompok sarana penunjang transport sebesar 0,20 persen.

“Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,16 persen di bulan Desember 2018. Komoditas utama yang memberikan andil terbesar, adalah angkutan udara sebesar 0,10 persen, tarif kereta api sebesar 0,04 persen, dan bahan pelumas/oli sebesar 0,01 persen,” tutup Teguh.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana