Harga Telur Naik, Kota Kediri Inflasi 0,29 Persen Selama Desember

Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn T. Brahmana (nomor dua dari kiri, red) menyampaikan, rilis inflasi akhir tahun 2018 di Kota Kediri yang mencapai 0,29 persen, di hadapan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (nomor tiga dari kiri, red) dan anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat, di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri, Kamis (3/1/2019). FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS :Kenaikan harga telur ayam, memicu inflasi Kota Kediri mencapai 0,29 persen selama Desember 2018. Hal itu dipengaruhi oleh besarnya permintaan pasar terhadap komoditas telur ayam pada momentum Natal dan Tahun Baru, sedangkan stok bahan pokok ini di pasaran cenderung turun.

“Pencapaian inflasi Kota Kediri selama Desember tahun lalu, dipicu meningkatnya harga berbagai bahan makanan. Yang mana, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, harga di kelompok bahan makanan meningkat 1,71 persen,” kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat menghadiri rilis inflasi akhir tahun 2018, di Kota Kediri, Kamis (3/1/2019).

Menurut Abdullah, dari pencapaian ini komoditas yang memiliki andil besar terhadap inflasi bulan Desember antara lain telur ayam ras, daging ayam, dan bawang merah.

“Hal ini juga dipengaruhi faktor cuaca, sehingga pasokan bahan pokok tersebut berkurang,” ujarnya.

Meski demikian, Kepala BPS Kota Kediri, Ellyn T Brahmana, menambahkan, kinerja inflasi selama Desember 2018 yang mencapai 0,29 persen, justru patut dibanggakan. Lantaran, pencapaiannya lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan November lalu, sebesar 0,40 persen.

Di samping itu, pihaknya juga memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat. Hal ini karena mereka telah memiliki sinergitas yang sangat baik.

“Bahkan, mereka selalu kompak dalam mengatasi gejolak harga bahan pokok. Salah satunya, saat terjadi kenaikan harga bahan pokok pada akhir tahun 2018,” katanya.

Apresiasi ini, lanjut Ellyn, dikarenakan Kota Kediri berhasil menekan inflasi tahun 2018, hingga di level 1,97 persen. Sebagai dampaknya, angka ini menorehkan prestasi tersendiri bagi Kota Kediri.

“Performa inflasi di Kota Kediri tersebut, mencapai posisi paling rendah se Pulau Jawa dan Bali,” katanya.(AYU CITRA SR/DM)

Editor: Dony Maulana