Mewaspadai Diskon Abal-abal di Akhir Tahun

Ilustrasi. FOTO: SUREPLUS/DOK

Sudah jamak diketahui bahwa Desember bukan hanya bulan pesta menyambut datangnya tahun baru, tapi juga bulan diskon. Banyak pusat-pusat perbelanjaan yang menawarkan pesta diskon seperti great salebig sale, dan midnight sale jelang pergantian tahun. Dari sisi marketing, hal ini lumrah. Akan tetapi sayangnya, pada pratiknya, diskon yang diberikan seringkali dengan cara yang merugikan konsumen. Atas dasar itu, Yayasan Konsumen Indonesia (YLK) meminta agar konsumen mewaspadai iming-iming diskon saat berbelanja akhir tahun. Pasalnya, momen ini seringkali dimanfaatkan untuk menjalankan praktik dagang yang manipulatif seperti memberikan diskon dengan menaikkan harga terlebih dahulu.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi melalui keterangan resmi, Minggu (30/12), mengatakan, “Memberikan diskon dengan menaikkan harga terlebih dahulu adalah tindakan kriminal dan bisa dipidana menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.”

Tulus juga menghimbau masyarakat sebagai konsumen untuk tetap kritis menyikapi diskon harga barang. Ia mengingatkan jangan sampai konsumen terperangkap dalam tipudaya diskon abal-abal dengan kualitas barang yang tidak sesuai.

Untuk mengantisipasi kecurangan praktik dagang semacam itu, ia menyarankan kepada pemerintah, khususnya Dinas Perdagangan dan Kementerian Perdangan, agar lebih intens melakukan pengawasan dan pemeriksaan harga barang yang dibandrol pelaku usaha, terutama di penghujung tahun seperti ini.

Praktik dagang curang kerap hadir lewat berbagai macam modus, tak cuma diskon abal-abal dengan menaikkan harga barang sebelum didiskon, tapi juga cara lain seperti ‘beli dua, gratis satu.’ Padahal, dalam praktiknya seringkali harga yang dibayarkan konsumen untuk dua barang. Kecurangan lain, ada juga dengan memberikan diskon, tapi yang didiskon adalah produk lama terutama sandang.

“Yang lebih ektrem, diskon diberikan karena barang tersebut catat, semisal kancingnya sudah lepas atau sobek. Untuk jenis makanan dan minuman, bahkan diskon diberikan untuk produk yang sudah hampir kadaluwarsa,” imbuhnya. (ff)