Harga Komoditas Pangan (Sayuran) di Akhir Tahun 2018 Turun Drastis

Rofiqin, salah satu pedagang sedang melakukan tawar menawar dengan pembeli di pasar Pakis, Senin (24/12/2018). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Menjelang pergantian tahun 2018 ke 2019, harga bahan pangan sayuran mengalami penurunan di beberapa pasar tradisional Surabaya. Jumlah penurunan harga sayuran yang awalnya rata- rata seharga Rp.12.000,- hingga Rp.15.000,- turun menjadi Rp.8.000,- per ikat-nya.

“Ini sayuran hijau kaya kangkung, sawi, dan bayam harganya sekarang sudah delapan ribu mas. Sebelumnya harga ada yang sampai lima belas ribu,” ungkap Rofiqin, salah satu pedagang di pasar pakis Surabaya, saat diwawancarai reporter Sureplus.id di pasar pakis, Senin (24/12/2018).

Selain itu, sayuran hijau lainnya seperti brokoli pun turun menjadi Rp,6000,- per kilonya. Dikuti oleh tomat yang seharga Rp.4.000 hingga 5.000 perkilogramnya. Sedangkan harga untuk kacang panjang cenderung masih stabil, yakni berkisar Rp.12.000,- per kilonya. Dan untuk harga wortel hanya selisih seribu rupiah lebih banyak dari kacang panjang, yakni Rp.13.000,- per kilonya.

Disamping sayuran, bahan pokok lainnya seperti kecambah saat ini hanya seharga Rp.18.000,- dan tempe berkisar 1.500 per batangnya. Untuk bawang merah dan bawah putih terpantau stabil di harga Rp 25 ribu per kg. Demikian juga dengan kentang dan wortel yang dibanderol Rp 13 ribu dan Rp 10 ribu per kg.

Hal serupa juga diutarakan hal yang serupa oleh seorang pedagang di pasar Keputran Surabaya, Sulis Hartantio. Menurutnya, penurunan harga yang ia lakukan lantaran tempat ia biasa kulak, yaitu pasar induk Osowilangon juga mengalami penurunan harga.

“Dari pasar induk saja saya kulakan di awal Desember tumben turun, soalnya sih kalau naik sudah biasa, tapi ini stabil, turun malahan,” ungkap Sulis saat ditemui di pasar Keputran.

Kendati demikian, bahan pokok seperti beras ternyata mengalami kenaikan meskipun tidak banyak, yang awalnya seharga Rp.10.000,- perkilonya, naik menjadi Rp.10.200,-. Selain itu, harga telur ayam juga cenderung naik Rp.2000,- dari yang awalnya Rp.25.000,- menjadi Rp.27.000,- per kilonya.

Penurunan dan kenaikan harga dari bahan pangan ini juga dirasakan oleh salah satu pembeli di pasar keputran, Dita Pratama (27).

“Tapi naik turunnya harga akhir tahun 2018 ini tidak seberapa dibanding tahun 2017 kemarin mas. Desember tahun lalu itu sudah pada naik tinggi bahkan sampai dua kali harga normal,” tutup Dita.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana