Nilai Impor Bahan Bakar Kembali Melambung Tinggi di Penghujung Tahun 2018

Menjelang akhir tahun 2018 ini, nilai impor komoditas utama bahan bakar naik cukup tinggi. Tampak SPBU yang berada di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DOK.

SURABAYA-SUREPLUS: Menjelang akhir tahun 2018 ini, nilai impor komoditas utama bahan bakar naik cukup tinggi. Hal tersebut di sampaikan oleh Satriyo Wibowo, kepala bidang statistik distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).

“Bahan bakar motor, tanpa timbal balik dari Research Octane Number (RON) diatas 90 dan dibawah 97, yang tidak dicampur, adalah komoditas impor dengan nilai tertinggi pada bulan November 2018 ini, yaitu sebesar USD 142,31 juta, naik sebesar 218,71 persen,” ungkap Satriyo Wibowo saat ditemui wartawan Sureplus.id di gedung BPS.

Satriyo menambahkan, bahan bakar tersebut merupakan komoditas yang diimpor dari Singapura sebesar USD 104,73 juta. Pada peringkat kedua, diduduki bahan bakar untuk mesin diesel dengan nilai sebesar USD 117,79 juta pada November 2018, yang mengalami peningkatan sebanyak 80,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai USD 65.192 juta.

“Peranan komoditas bahan bakar motor tanpa timbal balik RON diatas 90 kurang dari 97 yang tidak dicampur, mencapai 6,15 persen dari total impor Jawa Timur. Kalau yang bahan bakar mesin diesel kontribusinya sebanyak 5,09 persen,” ujar Satriyo.

Menurut data kumulatif, dari data tahun ke tahun, bahan bakar RON diatas 90 kurang dari 97 tidak dicampur, menunjukkan peningkatan sebesar 15,95 persen dari tahun 2017 yang mencapai USD 398,34 juta menjadi USD 461, 88 juta. Sedangkan pada komoditas bahan bakar mesin diesel pada tahun 2017 yang sebesar USD 366,86 juta, naik 81,39 persen menjadi USD 665,65 juta pada November 2018.

“Impor tahun ini benar-benar harus di kontrol. Dari data yang kita dapatkan, angka impor kita masih terbilang tinggi sekali, semoga ke depan ekspor kita bisa lebih meningkat juga,” tutup Satriyo.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana