Jumlah Impor Migas di Penghujung 2018 Alami Lonjakan

Satriyo Wibowo, kepala bidang statistik distribusi BPS Jawa Timur saat membacakan data impor tahun 2018, Rabu (19/11/2018) di gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan Impor komoditas di Jawa Timur pada bulan November 2018 mengalami penurunan sebesar 1,63 persen dibandingkan bulan Oktober 2018, yaitu dari USD 2,35 miliar menjadi USD 2,31 miliar. Kondisi ini ditunjukkan oleh kinerja impor komoditas nonmigas yang turun secara drastis.

Namun, berbanding terbalik dengan komoditas migas, dimana impor migas mengalami peningkatan yang luar biasa. “Impor migas bulan November 2018 ke Jawa Timur, mengalami kenaikan 24,39 persen, dari USD 499,53 juta menjadi USD 621,36 juta berdasarkan data bulan ke bulan,” ungkap Satriyo Wibowo, kepala bidang statistik distribusi BPS Jawa Timur, saat ditemui wartawan Sureplus.id di gedung BPS Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).

Sedangkan, jika dilihat dari data yang dihimpun dari tahun ke tahun, November 2017 lalu nilai impor yang mencapai USD 3.806.900 juta mengalami peningkatan sebesar 22,04 persen, yakni mencapai USD 4.645.930 juta.

Menurut Satriyo, migas dalam perannya telah menyumbang sebanyak 26,87 persen dari total impor tahun 2018 ini. Meningkatnya impor ini terjadi pada tiga komoditas migas utama, yakni bahan bakar kendaraan motor, bahan bakar mesin diesel dan kondensat.

Kendati demikian, meningkatnya migas di penghujung tahun 2018 ini diharapkan tidak meroket hingga tahun 2019 kedepan. “Memang kinerja komoditas migas harus kita kencangkan kembali, supaya tidak berdampak signifikan pada defisit di neraca dagang Jawa Timur,” tutup Satriyo. [DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana