Impor Nonmigas Jawa Timur Alami Stabilitas Tak Menentu

Satriyo Wibowo, kepala bidang statistik distribusi BPS Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Nilai stabilitas impor nonmigas Jawa Timur mengalami naik dan turun pada beberapa negara di akhir tahun 2018 ini. Hal tersebut disampaikan oleh kepala bidang statistik distribusi Jawa Timur, Satriyo Wibowo di gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur.

“Dilihat dari data yang dihimpun, Tiongkok tercatat sebagai negara asal barang yang masuk Jawa Timur selama November 2018, baik diantara negara-negara Asia maupun dunia,” ungkap Satriyo saat ditemui reporter Sureplus.id di gedung BPS Jatim, Rabu (19/12/2018).

Berdasarkan data bulan ke bulan,negara teratas impor yakni Tiongkok pada Oktober 2018 tercatat sebesar USD 501,07 juta meningkat 7,93 persen menjadi USD 540,75 juta, dengan peranan 31,99 persen. Disusul dengan Amerika Serikat dengan peranan pada pasar impor sebesar 6,92 persen, yang pada bulan Oktober 2018 nilai impornya mencapai USD 121,13 juta turun menjadi USD 117,06 juta (turun 3,36 persen).

Negara Australia dengan jumlah impor paling besar ketiga, telah memberikan peran sebanyak 3,57 persen, diiringi dengan naiknya impor sebesar 6,16 persen pada November 2018 ini mencapai USD 60,43 juta dibanding Oktober 2018 lalu yang mencapai 56,92 juta .

“Kelompok negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditi nonmigas ke Jawa Timur selama November 2018, yaitu mencapai USD 240,89 juta atau turun sebesar 17,76 persen dibanding bulan sebelumnya,” ujar Satriyo.

Dalam kawasan ASEAN, Thailand merupakan negara utama dengan peranan sebesar 4,44 persen, dengan nilai impor nonmigas di bulan November sebesar USD 75,13 juta. Diikuti Singapura dengan peranan 3,76 persen bernilai impor nonmigas mencapai 63,61 juta. Kemudian disusul negara Malaysia berperan 3,40 persen dengan nilai impor nonmigas USD 57,51 juta.

Sementara itu, impor dari kelompok negara Uni Eropa bulan November sebesar USD 129,44 juta atau naik sebesar 11,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor Jerman sebesar USD 43,80 juta (2,59 persen), diikuti Italia sebesar USD 26,80 juta atau mencapai 1,59 persen.

Secara kumulatif, selama periode Januari-November 2018 impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar USD 3.262,41 juta atau dengan kontribusi mencapai 17,24 persen. Thailand menjadi negara dengan nilai impor nonmigas terbesar di ASEAN, yakni mencapai USD 1.031,95 juta (5,45 persen).

“Impor dari Jerman merupakan yang dominan dari Uni Eropa selama Januari-November 2018 yaitu sebesar USD 512,89 juta atau naik 2,71 persen,” tutup Satriyo.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana