BPS Beberkan Kemrosotan Ekspor Nonmigas Pada Negara ASEAN dan Eropa Tahun 2018

Satriyo Wibowo, kepala bidang statistik distribusi BPS Jawa Timur saat menjelaskan penurunan ekspor golongan barang non migas di Gedung BPS, Senin (17/12/2018). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Nilai ekspor nonmigas yang didistribusikan ke seluruh  negara ASEAN anjlok pada November 2018 lalu, terutama pada negara teratas yang menjadi tujuan ekspor utama Jawa Timur. Berdasarkan data yang diperoleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan, Oktober 2018 lalu ekspor mencapai USD 367,61 juta turun ke angka USD 274,40 juta pada November ini.

“Turunnya nilai ekspor ini terjadi di negara yang bahkan menjadi tujuan utama ekspor, seperti Malaysia, Singapore, dan Thailand,” ujar Satriyo Wibowo, kepala bidang statistik distribusi BPS Jawa Timur saat jumpa pers di Gedung BPS, Senin (17/12/2018).

Dari data yang dihimpun oleh BPS, penurunan yang terjadi pada ekspor ke negara Malaysia dari nilai sebesar USD 93.015 pada bulan Oktober  turun sebesar 0,56 persen menjadi USD 92.498 juta. Negara Thailand nilai ekspornya sebesar USD 30.930 juta mengalami jatuhnya nilai hingga 13,72 persen yakni USD 26.685 juta. Sedangkan untuk jumlah yang menukik di Singapore, November lalu nilai ekspor sebesar USD 75.883 juta, dan pada Oktober lalu nilai mencapai USD 145.613 juta turun sebanyak 47,89 persen.

“Selain ketiga negara tersebut, Jawa Timur mengalami penurunan di seluruh kawasan ASEAN sebesar 18,64 persen dibandingkan Oktober lalu,” ungkap Satriyo.

Kendati demikian, tercatat pada November 2018 angka sumbangsih atas hasil ekspor ke Malaysia sebesar 6,15, Singapore dengan peranan sebesar 5,05 persen dan Thailand sebanyak 1,77 persen dari total ekspor nonmigas di Jawa Timur.

Sedangkan untuk Eropa, Belanda merupakan negara dengan tujuan ekspor yang menjadi prioritas dibandingkan Jerman dan Italia. Negera Belanda yang semula nilai ekspornya mencapai USD 34.138 juta turun sebesar 7,07 persen menjadi USD 31.724 juta dengan peran sumbangsih sebesar 2,11 persen, dibandingkan dengan Jerman 1,72 persen dan Italia 1,30 persen.

“Ekspor yang turun di Belanda meliputi bahan kimia organik, barang kayu, alas kaki, dan spare part mesin kendaraan pada November 2018 ini,” tutup Satriyo.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana