Menyambut Tahun Baru 2019 Ekspor Migas di Jawa Timur Anjlok

Satriyo Wibowo, kepala bidang statistik distribusi BPS Jawa Timur. FOTO: SUREPLUS/ DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Ekspor Minyak dan Gas (Migas) Jawa Timur mengalami penurunan menjelang tahun 2018 ini. Bulan November 2018, ekspor migas Jawa Timur turun sebesar 30,33 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu USD 160,26 juta menjadi USD 111, 66 juta. Namun, dibandingkan dengan November 2017, bulan ini ekspor migas Jawa Timur menyumbang 6,91 persen.

“Dari data nilai FOB (Ribu USD), Oktober 2018 sebesar USD 160.262,02. Lalu pada bulan November turun menjadi USD 111.658,62,” ujar Satriyo Wibowo, kepala bidang statistik distribusi BPS Jawa Timur, Senin (17/12/2018).

Indikasi penurunan ekspor migas pada beberapa negara seperti Tiongkok, Jepang, Amerika dan Uni Eropa dilandasi kinerja pada beberapa subsektor migas. Salah satunya minyak mentah, penurunan yang lumayan signifikan ini merupakan yang pertama kali terjadi pada bulan November, yang pada biasanya penurunan terjadi pada bulan Desember.

Sedangkan dari data year on year, ada peningkatan pada bulan Januari hingga November 2017 nilai FOB pada migas mencapai USD 1.101.307, dan pada bulan Januari hingga November 2018, ekspor mencapai angka USD 1.244.844,89. “Penurunan ini diimbangi oleh peningkatan sumbangsih migas yakni sebesar 6,91 persen. Kenaikannya bisa dibilang tinggi sekali dibandingkan tahun 2017 lalu,” tegasnya.

Satriyo mengakui, Jawa Timur harus lebih menggenjot lagi kinerja ekspor migas untuk menutupi penurunan yang terjadi pada tahun 2018 ini. “Kita berharap untuk sektor migas ditahun 2019 nantinya dapat meng-cover penurunan pada tahun ini,” tutup Satriyo. [DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana